Luwu Timur Mantapkan Langkah Pengembangan Komoditas Unggulan Desa

oleh -146 Dilihat

Luwu Timur, Kutipnusantara.com  —  Setelah melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi pengembangan komoditas unggulan di Kabupaten Gresik dan Blitar, rombongan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melanjutkan agenda Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Santika Blitar, Selasa malam 21 Oktober 2025.

Kegiatan FGD yang dipimpin langsung oleh Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, ini dihadiri oleh tim ahli pendamping program, sejumlah OPD terkait, serta seluruh peserta studi visit Pandu Juara, termasuk perwakilan kepala desa, BUMDes, dan BPD dari berbagai wilayah.

Dalam forum tersebut, setiap peserta diminta memaparkan hasil pembelajaran yang diperoleh di lapangan serta menyusun resume rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di desa masing-masing.

Tim Ahli Pendamping Pandu Juara, Aprianto, menjelaskan bahwa studi tiru kali ini mengusung pendekatan berbeda. Proses pembelajaran dilakukan secara aktif melalui observasi, dialog langsung, dan analisis mendalam terhadap praktik terbaik (best practice) yang telah sukses dijalankan di daerah lain.

“Peserta tidak hanya melihat dan mendengar, tetapi juga berdialog, menganalisis, dan mempelajari bagaimana praktik di daerah lain bisa diadaptasi sesuai kondisi desa masing-masing,” jelas Aprianto.

Melalui pendekatan partisipatif tersebut, peserta dapat memahami berbagai aspek penting — mulai dari teknik produksi, strategi pemasaran, model kemitraan, hingga inovasi pengolahan hasil. Hasil dari pembelajaran ini akan diadaptasi secara kontekstual dengan potensi dan karakteristik sosial ekonomi lokal di Luwu Timur.

Dalam arahannya, Bupati Irwan Bachri Syam menegaskan bahwa kegiatan studi tiru ini bukan sekadar perjalanan dinas, tetapi bagian dari proses pembelajaran nyata yang harus menghasilkan dampak langsung bagi masyarakat desa.

“Saya ingin memastikan kegiatan ini tidak berhenti pada kunjungan semata. Setiap peserta wajib membawa pulang pengetahuan dan menyusun business plan yang dapat diterapkan di wilayahnya. Hasil dari pembelajaran ini harus memberikan manfaat nyata bagi desa dan masyarakat,” tegas Irwan.

Lebih lanjut, Bupati berharap setiap desa mampu mereplikasi dan memodifikasi praktik terbaik yang ditemukan selama kunjungan menjadi inovasi lokal yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi tinggi.

Dengan pendekatan yang lebih terarah dan berbasis partisipasi, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berkomitmen menjadikan kegiatan studi tiru Pandu Juara ini sebagai strategi besar penguatan kapasitas desa, pengembangan kemitraan, serta peningkatan nilai ekonomi komoditas unggulan lokal. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.