LUWU TIMUR TAHAN IMPANG TUAN RUMAH DENGAN 10 PEMAIN, SEMANGAT JUANG TAK TERPADAMKAN

oleh -194 Dilihat

KUTIPNUSANTARA.COM, LUWU UTARA — Laga panas  antar dua daerah bertetangga, Luwu Timur vs Luwu Utara, menjadi pembuka cabang olahraga sepak bola di ajang Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan, Sabtu 19 Juli 2025.

Bertempat di Lapangan Sepakbola Mappadeceng, laga ini menyuguhkan drama, adrenalin, dan semangat juang tak kenal lelah dari kedua kesebelasan.

Luwu Timur yang tampil sebagai tim tamu langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal dibunyikan.

Mengenakan jersey putih, skuad asuhan pelatih muda energik ini tampil percaya diri, menguasai jalannya permainan meskipun harus menghadapi tekanan suporter tuan rumah yang memadati tribun lapangan.

Namun, mimpi buruk datang lebih cepat dari yang diharapkan. Baru memasuki menit-menit awal pertandingan, kapten kesebelasan Luwu Timur, Muhammad Arki, harus meninggalkan lapangan lebih awal usai diganjar kartu merah oleh wasit.

Arki “Kapten” dikeluarkan dgn Kartu Merah karena dianggap melakukan protes berlebihan. Situasi ini sempat membuat suasana memanas, baik di dalam maupun luar lapangan.

Meski kehilangan sang kapten dan harus bermain dengan 10 orang, mental anak-anak Luwu Timur tak runtuh.

Justru, mereka tampil lebih ngotot dan disiplin. Penguasaan bola tetap dikendalikan tim tamu, menciptakan beberapa peluang emas yang sayangnya belum berbuah gol di babak pertama.

Skor kacamata pun bertahan hingga turun minum, hingga babak kedua dimulai dengan pergantian pemain dengan strategi baru dengan tenaga baru.

Memasuki babak kedua, tensi laga semakin tinggi. Luwu Utara yang bermain di hadapan publik sendiri mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.

Tekanan demi tekanan dilancarkan ke lini pertahanan Luwu Timur yang dipimpin bek muda berbakat, namun solid. Laga akhirnya pecah saat kedua tim berhasil saling membobol gawang lawan, membuat papan skor berubah menjadi 1-1 — hasil yang bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Pertandingan ini menjadi bukti ketangguhan mental skuad Luwu Timur yang pantang menyerah, sekaligus memperlihatkan bahwa rivalitas sehat antar daerah bisa menghadirkan tontonan sepak bola berkualitas di level daerah.

“Semangat juang anak-anak luar biasa sore ini. Walau bermain dengan 10 pemain, mereka tidak hanya bertahan, tapi juga berani bermain menyerang. Ini modal bagus untuk laga selanjutnya,” ujar pelatih Luwu Timur usai laga.

Dengan hasil imbang ini, kedua tim sama-sama mengantongi satu poin di klasemen sementara grup.

Namun, Luwu Timur pulang dengan kepala tegak — bukan hanya karena hasil imbang di laga tandang, tapi juga karena memperlihatkan karakter sejati pejuang olahraga. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.