MAULID NABI DI ANGKONA – SUASANA KEKELUARGAAN, PESAN TOLERANSI DAN KEBUDAYAAN DIGITAL MENYALA

oleh -87 Dilihat

KutipNusantara.com — Suasana penuh kekeluargaan dan khidmat menyelimuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid At-Taqwa, Desa Solo, Kecamatan Angkona, Kamis (20/08/2026).

Hadir sebagai pembawa hikmah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu Timur, Rusdidaming, akrab disapa Kakan Rusda, disambut hangat oleh ratusan jamaah yang memadati masjid.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komunitas Jumat Berkah H. Sudding Dg. Marala — sebuah bukti nyata peran komunitas dalam mempererat ikatan sosial di tengah masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Kakan Kemenag, Rusda mengajak seluruh jamaah menjadikan momentum Maulid sebagai sarana memperkuat iman, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Ia menekankan bahwa keberagaman yang ada di Luwu Timur — termasuk di Angkona — bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan kekuatan yang harus terus dirawat dengan semangat saling menghargai dan saling membantu.

“Kita ini makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Kebersamaan dan toleransi adalah fondasi harmonis yang diajarkan Rasulullah SAW,” tegas Rusdidaming.

Mengangkat tema “Merajut Iman di Era Digital”, Rusda juga mengingatkan tantangan zaman: teknologi membawa kemudahan, namun iman harus menjadi filter utama dalam menerima dan menyebarkan informasi.

“Jadilah pengguna teknologi yang bijak. Jadikan ruang digital sebagai sarana menyebarkan kebaikan, memperkuat ukhuwah, dan menghadirkan konten yang edukatif serta menyejukkan,” pesannya.

Ia menegaskan, nilai-nilai agama dan kemanusiaan tidak boleh ditinggalkan meskipun zaman terus berubah.

Kegiatan yang penuh makna ini turut dihadiri Pemerintah Daerah, Bupati di wakili Kabag Kesra Pemkab Luwu Timur, Amran Akmal, Kepala KUA Kecamatan Angkona, H. Yahya, Camat Angkona Putu Gede Sudarsana, para Penyuluh Agama Islam, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh jajaran majelis taklim dan warga Angkona.

Peringatan Maulid ini bukan sekadar seremonial, melainkan momen untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari — menghubungkan kembali nilai-nilai luhur dengan tantangan masa kini.(Dyt-KA/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.