Mencekam! Warga Balambano Temui Pihak PT Vale dan Hentikan Proyek Pipa Minyak

oleh -194 Dilihat

KutipNusantara.com — Sejumlah warga Dusun Balambano, Kecamatan Wasuponda, mendatangi lokasi proyek pengerjaan pipa minyak milik PT Vale Indonesia Tbk pada Senin (19/10/2026).

Warga menyampaikan protes keras dan mendesak pihak perusahaan untuk menghentikan seluruh aktivitas pengerjaan di area tersebut.

Aksi penyampaian aspirasi warga ini berdampak langsung pada operasional proyek. Sepanjang hari, tidak tampak adanya aktivitas pekerja maupun alat berat di lokasi kegiatan.

Ingkari Kesepakatan Awal

Aksi protes ini dipicu oleh dugaan pelanggaran kesepakatan bersama. Menurut warga, sebelumnya telah ada komitmen yang dimediasi oleh DPRD, pemerintah daerah, dan PT Vale untuk menghentikan sementara serta meninjau ulang proyek di Balambano.

Namun, warga terkejut ketika menemukan fakta di lapangan bahwa pihak kontraktor perusahaan masih melanjutkan pengerjaan.

Di lokasi, terlihat pengerukan tebing sepanjang puluhan meter serta penggalian tanah menggunakan ekskavator tanpa adanya pertemuan lanjutan maupun kesepahaman baru dengan masyarakat lokal.

Soroti Potensi Bahaya Keselamatan

Salah seorang warga setempat, Arpan, menyoroti dampak keselamatan dari proyek penanaman pipa minyak tersebut.

Ia menilai posisi pipa yang berada persis di pinggir jalan raya sangat berisiko dan membahayakan para pengguna jalan.

Arpan menegaskan agar perusahaan tidak sekadar menimbun atau menurunkan pipa ke dalam galian, melainkan merelokasi jalurnya ke area yang jauh lebih aman.

“Kalau hanya diturunkan ke galian, itu sama saja pengerjaan pipa tetap dilanjutkan tanpa solusi konkret,” tegas Arpan.

Respons Manajemen dan Pemerintah Setempat

Menanggapi kedatangan warga, perwakilan manajemen PT Vale, Mifta (L2), hadir langsung di lokasi untuk berdialog. Pertemuan singkat tersebut turut disaksikan oleh Camat Wasuponda, Alamsyah.

Mifta menyatakan akan membawa seluruh keluhan dan aspirasi warga ini ke tingkat manajemen pusat serta tim teknis PT Vale untuk ditindaklanjuti.

Di sisi lain, Camat Wasuponda, Alamsyah, menyampaikan bahwa warga pada dasarnya bersikap terbuka dan kooperatif.

Namun, ia menekankan pentingnya komunikasi serta dialog yang transparan dari pihak perusahaan sebelum melangkah lebih jauh.

“Masyarakat siap menerima jika penjelasan dari pihak perusahaan rasional dan masuk akal,” ujar Alamsyah.

Ia pun meminta PT Vale untuk terlebih dahulu menggelar sosialisasi dan pertemuan formal dengan warga sebelum memutuskan untuk memulai kembali aktivitas pekerjaan di lapangan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.