Menteri Kehutanan RI Kunjungi Luwu Timur, Tinjau Rehabilitasi Pascatambang dan Konservasi Alam

oleh -107 Dilihat

Luwu Timur, KUTIPNUSANTARA.COM — Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jumat 13 Juni 2025.

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau berbagai program kehutanan dan pelestarian lingkungan di wilayah Sorowako, termasuk konservasi kawasan lindung dan keberhasilan reklamasi pascatambang.

Kunjungan dimulai pada pukul 13.14 Wita dengan peninjauan ke Bukit Solia, sebuah kawasan konservasi dengan panorama alam yang memesona, Bukit ini termasuk dalam zona lindung di sekitar area konsesi PT Vale Indonesia Tbk dan memiliki potensi besar sebagai destinasi edukasi serta ekowisata.

Sekitar pukul 14.30 Wita, Menteri Kuhutanan melanjutkan agenda ke Hutan Himalaya, bekas lokasi tambang nikel yang telah direklamasi sejak tahun 2006.

Kini, kawasan seluas 50 hektare tersebut telah ditumbuhi lebih dari 40 jenis pohon dan menjadi simbol keberhasilan rehabilitasi lingkungan pascatambang di Indonesia.

Agenda berikutnya berlangsung pukul 16.00 Wita di Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) atau Nursery, di mana Raja Juli Antoni melihat langsung upaya konservasi flora dan fauna endemik.

Di lokasi ini, berbagai satwa seperti rusa dan anoa dilestarikan, sekaligus menjadi pusat pembibitan tumbuhan lokal.

Pada sore hari, Menteri dijadwalkan menghadiri kegiatan informal di Yacht Club Sorowako pukul 17.15 Wita, lalu melaksanakan Salat Magrib berjamaah bersama warga setempat pukul 18.00 Wita.

Kunjungan diakhiri dengan jamuan makan malam dan ramah tamah di Taman Antar Bangsa (TAB) pukul 18.30 Wita.

Acara ini akan dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan.

Bupati Luwu Timur, Ir.H. Irwan Bachri Syam, menyambut baik kunjungan Menteri Kehutanan tersebut. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk menampilkan komitmen daerah terhadap kelestarian lingkungan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Luwu Timur tidak hanya menjadi pusat industri, tetapi juga pelopor dalam reklamasi dan konservasi lingkungan berbasis keberlanjutan,” ujar Irwan.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.
((rhj/ikp-humas/kominfo-sp))

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.