Organisasi Mahasiswa Harus Jadi Ruang Intelektual, Bukan Arena Premanisme

oleh -232 Dilihat

Kutipnusantara.com — Dunia kampus tercoreng oleh ulah oknum mahasiswa yang datang ke program studi tetangga dalam keadaan mabuk dan menunjukkan sikap premanisme, 24 September 2024.

Insiden ini memicu kekecewaan mendalam dari Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HMPS HES), Rijal, yang menilai tindakan tersebut tidak hanya mencoreng individu, tetapi juga nama baik Fakultas Hukum.

Menurut Rijal, mabuk-mabukan dan berperilaku layaknya preman adalah wajah paling buram yang bisa ditampilkan mahasiswa.

Budaya semacam itu dianggap sebagai kegagalan memahami jati diri mahasiswa sebagai kaum intelektual.

Kampus, katanya, bukan arena membangun citra jagoan, melainkan ruang untuk menumbuhkan kecerdasan, keberanian berargumen, serta menyelesaikan masalah dengan cara bermartabat.

Ia menegaskan, sikap arogan tersebut juga merupakan bentuk pengkhianatan terhadap nilai kekeluargaan dalam organisasi mahasiswa.

Premanisme tidak hanya merusak hubungan antarprodi, tetapi juga memecah solidaritas dan menumbuhkan rasa takut yang bertentangan dengan semangat persaudaraan di lingkungan akademik.

Rijal meminta setiap oknum yang melakukan tindakan itu bertanggung jawab dan berani meminta maaf secara terbuka.

“Mahasiswa sejati bukan dikenal karena arogansinya, melainkan karena integritas, kecerdasan, dan keberanian memperjuangkan kebenaran dengan cara bermartabat,” tegasnya.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.