Luwu Timur, Kutipnusantara ,13 Januari 2025 – Suasana duka menyelimuti Dusun Tongkumaino, Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, di mana dua petani, Efraim Dore (39) dan Abineno Tadona (64), dimakamkan setelah menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Kedua korban yang sehari-hari bekerja dipapua sebagai petani itu, meninggalkan keluarga serta masyarakat desa dalam kesedihan mendalam.
Pemakaman yang berlangsung pada Senin pagi, tepatnya pukul 08.30 WITA, dihadiri oleh keluarga, kerabat, dan warga setempat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.
Ibadah pemakaman berlangsung khidmat di rumah duka. Terlihat kesedihan terpancar di wajah-wajah para pelayat, yang masih tak percaya akan tragedi yang menimpa kedua korban.
Aipda Oktavianus, seorang anggota kepolisian, turut hadir dalam ibadah pemakaman sebagai bentuk dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.
Kehadirannya sekaligus mencerminkan komitmen aparat keamanan dalam menjaga ketertiban dan memberi rasa aman di tengah masyarakat yang sedang dirundung duka.
Meskipun diduga kuat penembakan ini terkait dengan aksi kekerasan oleh kelompok OPM, hingga kini motif penyerangan belum terungkap secara jelas.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku di balik aksi brutal tersebut. Masyarakat pun berharap agar keadilan segera ditegakkan dan kasus ini dapat diusut tuntas.
Kedua korban dikenal sebagai sosok yang rajin dan gigih dalam bekerja untuk keluarganya.
Efraim Dore, seorang petani berusia 39 tahun, adalah ayah dari tiga anak yang dikenal ramah dan berperan aktif dalam kegiatan komunitas setempat.
Sementara itu, Abineno Tadona, yang sudah berusia 64 tahun, adalah seorang petani senior yang dihormati atas dedikasinya terhadap tanah pertanian di desa tersebut.
Pemakaman ini meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat Desa Kasintuwu yang kini merasakan kekhawatiran terhadap keamanan di daerah mereka.
Di tengah suasana duka, harapan agar kejadian serupa tidak terulang kembali menjadi doa bersama bagi warga Desa Kasintuwu dan sekitarnya.
Tragedi ini mengingatkan kita semua tentang pentingnya kedamaian dan keamanan di setiap sudut negeri, terutama di wilayah yang rentan terhadap konflik.(Red)






