PEMERINTAH DESA PUNCAK INDAH GELAR REMBUK STUNTING 2025: KOMITMEN CEGAH GIZI BURUK SEJAK DINI

oleh -207 Dilihat

Kutipnusantara.com, Puncak Indah  – Pemerintah Desa Puncak Indah kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting dengan menggelar kegiatan Rembuk Stunting Desa Puncak Indah Tahun 2025,
bertempat di Aula Kantor Desa. Rabu 30 Juli 2025.

Kegiatan strategis ini dihadiri berbagai unsur penting masyarakat desa, mulai dari Sekretaris Desa beserta Perangkat Desa, Kepala Puskesmas Malili, Ketua BPD dan anggotanya, Bidan Desa, para kader kesehatan, Kepala PAUD/TK Makarti, Pendamping Desa, Kepala Dusun, Ketua RT, hingga tokoh-tokoh masyarakat.

Hadirnya berbagai pemangku kepentingan ini menjadi bukti kuat bahwa penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab satu pihak, namun menjadi gerakan bersama.

Sekretaris Desa Puncak Indah Basri, S.Sos menegaskan dukungan penuh pemerintah desa terhadap program-program penurunan stunting.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader kesehatan desa yang terus bekerja tanpa mengenal lelah.

“Kita semua harus tetap semangat dalam menangani stunting. Ini bukan pekerjaan mudah, tapi ini adalah investasi masa depan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Malili  Andi eka safitri, S.Kep.Ns, menyoroti pentingnya peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam menjalankan fungsi pencegahan sejak dini.

Andi Eka menyampaikan, Mereka harus aktif melakukan pendampingan dan edukasi mulai dari calon pengantin, ibu hamil, hingga bayi dan balita.

“TPK dan KPM adalah ujung tombak kami. Mereka berada di garda depan, langsung bersentuhan dengan masyarakat,” jelasnya A. Eka

Dalam laporan yang disampaikan oleh Kader Pembangunan Manusia Desa Puncak Indah, Sdri. Rahma, diketahui bahwa per Juli 2025 terdapat 12 balita stunting di wilayah tersebut.

Data ini menjadi perhatian serius dan dasar utama dalam merumuskan langkah-langkah tindak lanjut.

Sebagaimana diketahui, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Anak yang mengalami stunting biasanya memiliki tinggi badan di bawah rata-rata dan perkembangan otaknya pun terhambat.

Rembuk stunting ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan solusi bersama, merancang intervensi spesifik dan sensitif yang tepat sasaran, serta memperkuat sinergi lintas sektor.

Diharapkan, dengan adanya rembuk ini, target penurunan angka stunting nasional dapat dicapai, khususnya di Desa Puncak Indah. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.