Pemkab Lutim Perkuat Koordinasi Lintas Sektor untuk Penanggulangan Krisis Kesehatan

oleh -23 Dilihat

KutipNusantara.com — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam upaya penanggulangan bencana dan krisis kesehatan melalui kegiatan Pertemuan Lintas Sektor dan Lintas Program Krisis Kesehatan, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Lutim ini, dibuka Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan, Aswan Aziz, dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Fajar Qodri.

Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan setiap organisasi perangkat daerah (OPD), RSUD I Lagaligo, puskesmas se-Kabupaten Luwu Timur, PMI, serta Ketua tim Public Safety Center (PSC) 119.

Dalam sambutannya, Aswan Aziz menegaskan bahwa penanggulangan bencana dan krisis kesehatan membutuhkan keterlibatan serta kerja sama berbagai pihak agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

“Penanggulangan bencana dan krisis kesehatan tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja. Dibutuhkan koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi yang kuat antarinstansi agar setiap potensi risiko dapat diantisipasi dan penanganan terhadap masyarakat terdampak dapat dilakukan secara optimal,” ujarnya.

Selain penguatan koordinasi, Aswan Aziz juga mengarahkan agar imbauan penggunaan masker disampaikan kepada masyarakat menyikapi kondisi udara yang berasap, terutama untuk melindungi kelompok usia rentan dari risiko gangguan kesehatan.

“Melihat kondisi udara yang saat ini berasap, saya mengimbau agar masyarakat, khususnya kelompok usia rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta, lebih berhati-hati dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” tuturnya.

“Saya juga meminta agar imbauan ini dapat disampaikan secara luas kepada masyarakat melalui perangkat daerah sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap,” jelas Aswan Aziz.

Sementara itu, narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Fajar Qodri, memberikan pemaparan terkait penguatan koordinasi lintas sektor dan lintas program dalam penanggulangan bencana dan krisis kesehatan.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan, pertukaran informasi, serta penyelarasan langkah antarinstansi dalam menghadapi situasi kedaruratan kesehatan.

Keterlibatan OPD, RSUD I Lagaligo, seluruh puskesmas se-Kabupaten Luwu Timur, serta instansi terkait menjadi bagian penting dalam membangun sistem penanggulangan krisis kesehatan yang terintegrasi, mulai dari tahap kesiapsiagaan, respons darurat, hingga pemulihan pelayanan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.