Penyaluran 9 Unit Pompa Air Langsung Diserbu Petani Luwu Timur untuk Selamatkan Padi Nyaris Gagal Panen

oleh -69 Dilihat

KutipNusantara.com — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bergerak cepat mengesekusi bantuan sarana pompanisasi guna memitigasi ancaman gagal panen masal, Selasa (18/08/2026).

Sebanyak 9 unit mesin pompa air (alcon) Gesit disalurkan untuk dioperasikan langsung di titik-titik persawahan yang paling kritis terdampak kekeringan.

Langkah tanggap darurat ini diambil pasca-pendataan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Luwu Timur yang mencatat 1.574,87 hektar sawah terancam kekeringan.

Mayoritas tanaman padi saat ini berada pada usia sensitif 40–45 Hari Setelah Tanam (HST) dan hendak memasuki fase primordia (pembentukan bunga dan bulir) yang membutuhkan pasokan air secara mutlak.

Bantuan fisik berupa 9 unit mesin pompa air dan kelengkapannya ini merupakan hasil koordinasi tanggap darurat antara DPKP Luwu Timur dengan Brigade Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHB) Provinsi Sulawesi Selatan.

Fasilitas mesin alcon tersebut disalurkan langsung ke lokasi-lokasi persawahan yang mengalami kering kerontang dan retak tanah:

— Desa Lioka (Kecamatan Towuti): Bantuan diprioritaskan untuk dioperasikan oleh Kelompok Tani Lioka Mekar dan Kelompok Tani Samaturu.

— Desa Laskap: Penyaluran unit pompa air untuk menyelamatkan areal persawahan warga yang kritis debit air.

— Desa Kelapataru: Penyaluran unit pompa untuk menyedot pasokan air dari sumber-sumber air alternatif terdekat.

Untuk memastikan bantuan mesin pompa dapat menyelamatkan tanaman padi sebelum terlambat, DPKP Luwu Timur menerapkan skema operasional khusus:

— Fokus Tanaman Umur Kritis: Penggunaan pompa diprioritaskan secara intensif pada sawah dengan umur tanaman 45–70 HST agar fase pembuahan tidak terganggu.

— Penyedotan Sumber Air Alternatif: Unit alcon dimanfaatkan untuk memompa air dari aliran sungai kecil, parit pasokan, hingga sumur bor darurat menuju area persawahan yang tanahnya mulai membelah.

— Dukungan Operasional: Pihak dinas berkoordinasi dengan lintas sektor terkait pemetaan alokasi BBM dan kelengkapan pipa penyalur agar pompa dapat bekerja maksimal nonstop di area terdampak.

Hadirnya bantuan 9 unit pompa air ini menjadi penolong utama bagi para petani di Desa Lioka, Laskap, dan Kelapataru dalam mempertahankan tanaman padi mereka hingga masa panen tiba di tengah ancaman cuaca ekstrem. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.