Petani Sawit Lutim Menjerit, Legislator NasDem Muhammad Iwan Desak PKS Terapkan Sistem Penyortiran Adil!

oleh -14 Dilihat

KutipNusantara.com – Mandeknya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Luwu Timur, memantik reaksi keras dari parlemen, Kamis (11/06/2026).

Di saat wilayah tetangga seperti Sulawesi Barat dan Kalimantan Timur menikmati lonjakan harga seiring meroketnya CPO dunia, harga sawit di Sulsel justru stagnan.

Menanggapi ketimpangan yang merugikan ini, Anggota DPRD Luwu Timur dari Partai NasDem, Muhammad Iwan, langsung pasang badan dan mendesak pihak Pabrik Kelapa Sawit (PKS) untuk segera melakukan penyesuaian harga yang adil.

Sebagai legislator yang paling intens berkoordinasi dengan salah satu PKS yang berada langsung di dalam Daerah Pemilihan (Dapil)-nya, Muhammad Iwan menegaskan bahwa pihak manajemen pabrik harus transparan.

Dirinya mengingatkan agar tidak ada praktik permainan harga yang mencekik keringat petani perkebunan.

Mekanisme harga harus rasional. Kalau harga acuan CPO dunia naik, hak petani di Luwu Timur untuk menikmati keuntungan yang sama juga harus dipenuhi. Jangan ada yang mengambil keuntungan sepihak di atas penderitaan rakyat,” tegas Muhammad Iwan.

Selain masalah harga, legislator NasDem ini juga menyoroti sistem teknis di lapangan yang kerap menjadi celah kerugian bagi para petani.

Muhammad Iwan mendesak pihak korporasi untuk menerapkan sistem penyortiran buah sawit secara objektif dan adil saat masuk ke pabrik.

Menurutnya, standardisasi penyortiran yang tidak transparan kerap kali memicu kerugian bagi para penyuplai lokal.

Melalui pengawasan ketat yang dilakukannya, ia berharap rantai tata niaga ini bisa segera dibenahi agar tidak ada lagi pihak yang dirugikan, sekaligus mendorong Pemkab Luwu Timur membentuk Satgas Harga Sawit demi kesejahteraan petani Bumi Batara Guru. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.