Pihak SMPN 1 Malili dan UPTD PPA Jenguk Korban Kekerasan, Komitmen Dukung Pemulihan dan Proses Hukum

oleh -104 Dilihat

Malili, KUTIPNUSANTARA.COM – Sebagai bentuk tanggung jawab dan empati terhadap siswanya, pihak SMP Negeri 1 Malili melakukan kunjungan langsung ke Puskesmas Malili (PKM Malili),  menjenguk korban berinisial HI (13) yang sebelumnya diduga menjadi korban kekerasan di lingkungan sekolah.
Jumat malam 6 Juni 2025.

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Kepala Sekolah SMPN 1 Malili, H. Sahabuddin, didampingi wali kelas, Pak Yudis, serta guru lainnya, Bapak Fahmiluddin dan Turut hadir pula perwakilan dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Luwu Timur.

Silaturrahim ini dilakukan sebagai wujud kepedulian dan dukungan terhadap pemulihan fisik dan psikologis korban.

“Harapan kami, anak kami HI mendapatkan penanganan kesehatan terbaik agar segera pulih. Kami juga mendukung penuh agar proses penyelidikan terhadap insiden ini berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ujar H. Sahabuddin dalam keterangannya.

Pihak sekolah juga memohon doa dari seluruh masyarakat untuk kesembuhan Korban HI dan memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi korban.

Kondisi Korban Mulai Membaik, Tapi Masih Butuh Penanganan Lanjutan.
Ibu korban, HI, saat dihubungi oleh awak media, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian pihak sekolah dan instansi terkait.

Ia menjelaskan bahwa kondisi anaknya sudah mulai membaik namun masih memerlukan perawatan lanjutan.

“Alhamdulillah tadi Kepala Sekolah bersama guru-guru dan dari UPTD PPA sudah datang menjenguk. Tapi rencananya besok anak kami akan dirujuk ke RS Ilagaligo karena masih mengeluhkan nyeri di dada dan selangkangan, terutama saat buang air kecil,” jelas Hilda.

Terkait proses hukum, keluarga menyatakan belum dapat menerima upaya damai dan memilih untuk menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

“Kami sampaikan ke Pak Kepsek bahwa kami sebagai orang tua belum bisa berdamai. Biarlah proses hukum berjalan di Polres. Harapan kami, para pelaku bisa diberi sanksi sesuai aturan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi di sekolah,” tegasnya.

Viralnya pemberitaan mengenai insiden ini turut mengundang keprihatinan dari masyarakat luas. Sejak kabar tersebut menyebar, kunjungan warga ke Puskesmas tak henti-hentinya datang untuk menjenguk dan menunjukkan simpati terhadap Korban HI.

Pihak sekolah berharap masyarakat dapat tetap tenang dan tidak berspekulasi, serta memberikan ruang bagi proses hukum dan pemulihan korban.

“Kami sangat menghargai kepedulian masyarakat. Namun, kami juga mengimbau agar informasi yang beredar tetap dikonfirmasi kebenarannya, agar tidak menimbulkan keresahan atau salah paham di masyarakat,” tutup H. Sahabuddin.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.