Polemik Dokumen AMDAL Pipa Minyak, PT Vale Indonesia: Kami Mengakui Ada Kekeliruan

oleh -425 Dilihat

KutipNusantara.com – Pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, masyarakat Balambano, dan PT Vale Indonesia kembali memunculkan pertanyaan terkait proses perubahan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) perusahaan.

Pertemuan yang turut dihadiri Komisi III DPRD Luwu Timur tersebut digelar di Kantor Kecamatan Wasuponda, Kamis (1/10/2026).

Dalam pertemuan itu, PT Vale Indonesia memperlihatkan sejumlah dokumen kelengkapan AMDAL yang disebut telah diajukan ke kementerian. Salah satu bagian yang menjadi pertanyaan warga adalah foto yang disebut sebagai dokumentasi kegiatan sosialisasi perubahan AMDAL.

Namun, salah seorang warga Balambano, Hamka, mempertanyakan penggunaan salah satu foto tersebut. Dalam foto itu, dirinya terlihat berada di sebuah lokasi yang menurutnya merupakan rumahnya.

Hamka menegaskan, foto tersebut bukan dokumentasi kegiatan sosialisasi perubahan AMDAL PT Vale Indonesia yang berlangsung pada September 2024.

“Itu kenapa ada foto saya di situ. Itu di rumah saya, kenapa ditempel? Bukan pertemuan sosialisasi AMDAL itu. Jangan diklaim itu,” ujar Hamka dalam pertemuan tersebut.

Menurut Hamka, persoalan yang dipertanyakannya bukan keberadaan dirinya dalam foto, melainkan konteks foto tersebut ketika digunakan sebagai dokumentasi sosialisasi AMDAL.

Ia mempertanyakan apakah foto tersebut benar-benar diambil dalam kegiatan sosialisasi perubahan AMDAL atau merupakan dokumentasi dari kegiatan lain.

“Ada foto yang dilampirkan bukan dari bagian sosialisasi. Semua foto yang dilampirkan tidak ada sosialisasi AMDAL,” katanya.

Hamka menilai, apabila sebuah foto digunakan sebagai dokumentasi kegiatan sosialisasi AMDAL, maka harus dapat dijelaskan secara jelas kapan dan di mana kegiatan berlangsung, siapa saja yang hadir, serta apa materi yang disampaikan kepada masyarakat.

“Yang harusnya dilibatkan dalam sosialisasi AMDAL itu masyarakat,” ujarnya.

Warga juga mempertanyakan sejumlah foto lain yang disebut menjadi bagian dari dokumen perubahan AMDAL PT Vale Indonesia.

Menurut mereka, dokumentasi dalam dokumen tersebut seharusnya benar-benar menggambarkan proses sosialisasi yang melibatkan masyarakat yang terdampak maupun pihak yang berkepentingan.

Karena itu, warga meminta adanya penjelasan mengenai asal-usul setiap foto yang digunakan, termasuk waktu, lokasi, agenda kegiatan, serta pihak-pihak yang hadir.

Pertanyaan tersebut dinilai penting untuk menghindari kesalahpahaman mengenai proses sosialisasi perubahan AMDAL yang disebut berlangsung pada September 2024.

Warga juga berharap persoalan tersebut dapat diklarifikasi secara terbuka sehingga masyarakat mengetahui apakah dokumentasi yang dicantumkan memang berasal dari kegiatan sosialisasi AMDAL atau dari kegiatan lain.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan juga berkaitan dengan pekerjaan pipa di wilayah Balambano.

Dalam penjelasan yang disampaikan, pekerjaan pipa disebut berkaitan dengan kegiatan perawatan, bukan pemindahan jalur pipa dengan jarak yang jauh dari lokasi awal.

Hal ini menjadi bagian dari pembahasan karena masyarakat sebelumnya mempertanyakan aktivitas pekerjaan pipa di sekitar wilayah mereka.

Namun, persoalan dokumentasi sosialisasi AMDAL menjadi salah satu poin yang mendapat perhatian warga dalam pertemuan tersebut.

Bagi masyarakat, penjelasan mengenai dokumen AMDAL penting karena dokumen tersebut berkaitan dengan proses pemenuhan kewajiban lingkungan perusahaan dan keterlibatan masyarakat dalam prosesnya.

Warga berharap PT Vale Indonesia memberikan penjelasan secara rinci mengenai dokumentasi yang digunakan dalam dokumen perubahan AMDAL, termasuk memastikan kesesuaian antara foto, kegiatan, waktu, lokasi, dan proses sosialisasi yang sebenarnya.

Sementara itu, Eksternal PT Vale Indonesia mengenai pertanyaan Hamka terkait penggunaan foto tersebut sebagai dokumentasi sosialisasi perubahan AMDAL terdapat kekeliruan.

“Kami tidak bisa menjawabnya secara ilmiah. Karena tim kami hari ini tidak lengkap. Dan itu adalah kekeliruan kami,” Ucap Iskandar Ismail. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.