Polemik Pipa PT Vale di Luwu Timur, DPRD Soroti Kurangnya Sosialisasi dan Faktor Keselamatan

oleh -93 Dilihat

KutipNusantara.com — Penolakan warga Dusun Balambano terhadap pemasangan pipa PT Vale Indonesia Tbk berujung pada rapat tindak lanjut RDP di Kantor Camat Wasuponda, Kamis (01/10/2026).

Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran  pemerintahan setempat, Komisi III DPRD Luwu Timur (Rivaldi, Erick Strada, Badawi), serta para tokoh masyarakat dan warga setempat.

Ketua Komisi III DPRD Luwu Timur, Rivaldi, menegaskan bahwa protes warga murni berpangkal pada minimnya sosialisasi Amdal, sementara masyarakat sendiri tidak pernah menolak kehadiran investasi di daerah mereka.

Dalam pertemuan tersebut, DPRD menyoroti kekhawatiran warga terkait faktor keselamatan menyusul insiden pipa meletus di Kecamatan Towuti yang masih membekas di ingatan publik.

Rivaldi juga menyayangkan pihak PT Vale yang sempat absen dalam agenda rapat yang ditentukan sebelumnya dan menilai penempatan titik pipa di pinggir jalan tanpa jawaban teknis atas usulan jalur alternatif telah memicu masalah besar.

Menanggapi hal tersebut, Senior Koordinator Stakeholder Relations PT Vale Indonesia, Iskandar Ismail, berdalih bahwa penundaan sebelumnya terjadi karena kendala waktu penerimaan undangan.

Pihak perusahaan kini telah menyiapkan tim teknis beserta materi historis dan legal penempatan jalur pipa, dengan harapan solusi terbaik segera tercapai usai sosialisasi lanjutan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.