Prabowo Usulkan Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Calon Kapolri, Usung Vokasi “Polisi Bersama Masyarakat”

oleh -45 Dilihat

KutipNusantara.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi mengusulkan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jakarta Kamis (01/10/2026).

Momen pemaparan visi dan misi calon Kapolri tersebut, Dikutip yang  disiarkan secara langsung oleh iNews dari Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta.

Dalam pemaparannya di hadapan jajaran Komisi III DPR RI, Komjen Suyudi menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Presiden, pimpinan DPR RI, serta seluruh anggota Komisi III atas kepercayaan yang diberikan.

“Melalui forum yang terhormat ini, izinkan saya menyampaikan bukan hanya apa yang ingin saya kerjakan apabila memperoleh amanah, tetapi juga bagaimana saya memandang Polri, memahami kegelisahan masyarakat, dan mempertanggungjawabkan setiap kewenangan yang dipercayakan negara,” ujar Komjen Suyudi.

Visi Utama: Polisi Bersama Masyarakat

Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026, Komjen Suyudi menegaskan komitmennya untuk melanjutkan serta mempercepat reformasi di tubuh Polri.

Ia menekankan bahwa kritik serta keluhan publik merupakan sistem peringatan dini (early warning system) yang berharga bagi perbaikan institusi secara menyeluruh.

Guna menjawab tantangan tersebut, Komjen Suyudi mengusung tema doktrin kepemimpinan utama: “Polisi Bersama Masyarakat”.

Doktrin ini menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi utama dari seluruh tugas kepolisian. Rencana strategis ini akan ditopang melalui 5 pilar utama:

* Situasi Nasional: Penyesuaian tugas Polri terhadap dinamika keamanan dalam negeri.
* Lingkungan Strategis: Mengantisipasi kejahatan lintas negara, kejahatan siber (cybercrime), hingga isu global.
* Capaian & Suara Masyarakat: Menjadikan hasil evaluasi dan persepsi publik sebagai pendorong perbaikan pelayanan.
* Arah Transformasi Polri: Penguatan kualitas SDM, akuntabilitas, serta kepatuhan pada due process of law dan hak asasi manusia.
* Program 100 Hari Pertama: Langkah awal aksi nyata menuju keberlanjutan target hingga tahun 2029.

Komjen Suyudi juga menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi antarlembaga hukum untuk menciptakan kepastian hukum, stabilitas, serta rasa aman bagi seluruh rakyat Indonesia. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.