Program Pandu Juara: 33 Desa Luwu Timur Fokus Kembangkan Potensi Andalan Masing-Masing

oleh -758 Dilihat

‎KutipNusantara.com – Sebanyak 33 desa di Kabupaten Luwu Timur kini masuk dalam peta pengembangan potensi unggulan melalui Program Pandu Juara, Rabu (08/07/2026).
‎
‎Langkah ini disusun cermat untuk memetakan kekayaan alam dan keunggulan khas tiap desa-desa, agar pertumbuhan ekonomi benar-benar berakar pada apa yang paling dimiliki dan dikuasai warga setempat.
‎
‎Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Awaluddin Anwar, ditemui Media Kutipnusantara.com, mengurai dan menegaskan keberhasilan program ini sangat bergantung pada ketepatan sasaran didesa.
‎
‎“Setiap desa memiliki potensi dan keunggulan yang berbeda. Jika penempatannya tidak sesuai dengan karakteristik daerah, maka dipastikan upaya pengembangannya akan gagal,” ujarnya Awal secara tegas tegas didepan media Kutipnusantara.com.
‎
‎Oleh karena itu, pemetaan ini disusun agar desa fokus mengembangkan apa yang memang menjadi keunggulan aslinya.
‎
‎Berdasarkan hasil pemetaan, potensi unggulan tersebar dalam berbagai sektor:
‎
‎– Kakao: Andalan didesa di Burau, Tomoni, Mangkutana
‎– Padi: Komoditas utama desa di Wotu, Tomoni Timur, Mangkutana, Angkona, Towuti
‎– Jagung: Fokus Desa Manurung, Malili
‎– Lada: Unggulan Desa Loeha dan Bantilang, Towuti
‎- Semangka & Melon: Potensi Desa Wonorejo Timur dan Wanasari
‎– Nenas: Keunggulan Desa Tabarano, Wasuponda
‎- Perikanan: Dikembangkan 6 desa; Desa Tampinna kini beralih fokus dari jagung ke sektor ini yang dinilai lebih prospektif
‎- Ayam Petelur: Dikembangkan di 5 desa wilayah Burau, Tomoni, Kalaena
‎– Wisata: Andalan Desa Ledu-ledu dan Matano

‎Pemerintah Daerah Luwu Timur melalui Dinas PMD berharap Program Pandu Juara ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi berhasil direalisasikan sepenuhnya.
‎
‎“Kami ingin masyarakat semakin fokus mengembangkan potensi asli daerahnya, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah produk, membuka lapangan kerja, dan pada akhirnya membawa kesejahteraan nyata bagi seluruh warga,” tambahnya Awal — diawak media diRuangan kerjanya.
‎
‎Pihaknya berkomitmen mengawal setiap tahapan, mulai pendampingan teknis, penyusunan anggaran, hingga penguatan akses pasar, agar potensi yang ada benar-benar menjadi kekuatan ekonomi desa yang mandiri. (Ns-PMP/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.