Program Pandu Juara: 33 Desa Luwu Timur Fokus Kembangkan Potensi Andalan Masing-Masing

oleh -226 Dilihat

KutipNusantara.com – Sebanyak 33 desa di Kabupaten Luwu Timur kini masuk dalam peta pengembangan potensi unggulan melalui Program Pandu Juara, Rabu (08/07/2026).

‎Langkah ini disusun cermat untuk memetakan kekayaan alam dan keunggulan khas tiap desa-desa, agar pertumbuhan ekonomi benar-benar berakar pada apa yang paling dimiliki dan dikuasai warga setempat.

‎Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Awaluddin Anwar, ditemui Media Kutipnusantara.com, mengurai dan menegaskan keberhasilan program ini sangat bergantung pada ketepatan sasaran didesa.

“Setiap desa memiliki potensi dan keunggulan yang berbeda. Jika penempatannya tidak sesuai dengan karakteristik daerah, maka dipastikan upaya pengembangannya akan gagal,” ujarnya Awal secara tegas tegas didepan media Kutipnusantara.com.

‎Oleh karena itu, pemetaan ini disusun agar desa fokus mengembangkan apa yang memang menjadi keunggulan aslinya.

Berdasarkan hasil pemetaan, potensi unggulan tersebar dalam berbagai sektor:

– Kakao: Andalan didesa di Burau, Tomoni, Mangkutana
– Padi: Komoditas utama desa di Wotu, Tomoni Timur, Mangkutana, Angkona, Towuti
– Jagung: Fokus Desa Manurung, Malili
– Lada: Unggulan Desa Loeha dan Bantilang, Towuti
‎- Semangka & Melon: Potensi Desa Wonorejo Timur dan Wanasari
– Nenas: Keunggulan Desa Tabarano, Wasuponda
‎- Perikanan: Dikembangkan 6 desa; Desa Tampinna kini beralih fokus dari jagung ke sektor ini yang dinilai lebih prospektif
‎- Ayam Petelur: Dikembangkan di 5 desa wilayah Burau, Tomoni, Kalaena
– Wisata: Andalan Desa Ledu-ledu dan Matano

‎Pemerintah Daerah Luwu Timur melalui Dinas PMD berharap Program Pandu Juara ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi berhasil direalisasikan sepenuhnya.

“Kami ingin masyarakat semakin fokus mengembangkan potensi asli daerahnya, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah produk, membuka lapangan kerja, dan pada akhirnya membawa kesejahteraan nyata bagi seluruh warga,” tambahnya Awal — diawak media diRuangan kerjanya.

‎Pihaknya berkomitmen mengawal setiap tahapan, mulai pendampingan teknis, penyusunan anggaran, hingga penguatan akses pasar, agar potensi yang ada benar-benar menjadi kekuatan ekonomi desa yang mandiri. (Ns-PMP/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.