Luwu Timur, Kutipnusantara.com, 5 Maret 2024 – Reses dan temu konsisten dalam rangka Masa Persidangan II Tahun Sidang 2024/2025 dilaksanakan di Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur.
Acara yang berlangsung dari 26 Februari hingga 5 Maret 2025 ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, dr. Ani Urbaini, M.Kes (MARS), bersama dengan Camat Wotu, Hasis Dawi, Kapolsek Wotu AKP Muhajir, dan Kepala Desa Bawalipu, Wahyuhdi, SH.
Pertemuan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan mengenai permasalahan yang mereka hadapi sehari-hari.
Salah satu isu yang mendapat perhatian adalah kondisi sungai di Wotu yang mengalami pendangkalan.
Kepala Desa Bawalipu, Wahyuhdi, menyampaikan bahwa pendangkalan ini berdampak pada kehidupan masyarakat, terutama yang bergantung pada sungai untuk aktivitas sehari-hari.
Selain itu, Camat Wotu, Hasis Dawi, menggarisbawahi permasalahan infrastruktur jalan.
Ia mengusulkan perbaikan jalan sepanjang 4 kilometer yang mengarah ke pelabuhan, yang dianggap penting untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Dalam sesi tanya jawab, warga pun turut menyampaikan keluhannya.
“Karmila“, seorang nelayan setempat, mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM yang dibutuhkan untuk aktivitas melaut.
“BBM yang langka membuat kami kesulitan menjalankan pekerjaan sebagai nelayan, Kami berharap pemerintah bisa memberikan solusi,” ungkapnya.
“Rahayu“, warga lainnya, menyampaikan aspirasi terkait bantuan sosial yang diharapkan bisa lebih merata.
Ia menyebutkan beberapa hal penting seperti bantuan untuk anak sekolah, bantuan untuk lansia, modal usaha bagi UMKM kecil, serta program bedah rumah untuk masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berharap pemerintah lebih memperhatikan kondisi masyarakat di Wotu, khususnya bagi mereka yang ekonominya kurang beruntung,” ujarnya.
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, dr. Ani Urbaini, M.Kes (MARS) menanggapi semua aspirasi dan keluhan dengan penuh perhatian.
Beliau menyampaikan bahwa semua masukan dari masyarakat akan dibawa ke dalam pembahasan di DPRD untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat Wotu dan sekitarnya.
“Reses ini adalah kesempatan bagi kita untuk mendengarkan langsung suara masyarakat. Aspirasi yang masuk akan kami perjuangkan agar bisa direalisasikan, baik dalam bentuk bantuan maupun perbaikan infrastruktur,” kata dr. Ani Urbaini.
Dengan adanya dialog antara pemerintah dan masyarakat ini, diharapkan permasalahan yang dihadapi warga Wotu dapat segera ditangani, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.
(Red)









