Luwu Timur, KutipNusantara.com – Suasana haru dan penuh kekeluargaan menyelimuti kegiatan Ramah Tamah Purnabakti Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Luwu Timur, Drs. H. Muhammad Yunus, M.Pd.I, yang digelar dalam rangka Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamis 22 Januari 2026.
Acara ini menjadi momen penghormatan atas pengabdian panjang Drs. H. Muhammad Yunus, M.Pd.I selama Kurang dari 3 Tahun menjalankan amanah sebagai Kepala Kantor Kemenag Luwu Timur.
Sosok yang dikenal rendah hati, disiplin, dan visioner tersebut dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam penguatan pelayanan keagamaan, pendidikan madrasah, serta pembinaan kehidupan umat beragama di Bumi Batara Guru.
Mengusung tema “Legacy of Excellence: Terima Kasih Atas Dedikasi dan Kepemimpinan yang Menginspirasi”, kegiatan ini akan dihadiri oleh jajaran pejabat Kemenag Lutim, Sekda Lutim, Wakapolres, Ketua Pengadilan Negeri, Kajari mewakili, Ketua Pengadilan Agama, ketua MUI lutim, tokoh agama, serta mitra kerja lintas sektor.

Para hadirin menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas keteladanan yang telah ditorehkan selama masa kepemimpinannya.
Dalam berbagai kesempatan, Drs. H. Muhammad Yunus dikenal sebagai figur pemersatu yang menjunjung tinggi nilai moderasi beragama, profesionalisme ASN, serta pelayanan publik yang humanis.
Di bawah kepemimpinannya, Kemenag Luwu Timur mengalami berbagai kemajuan, baik dalam tata kelola kelembagaan maupun peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.
Kegiatan ramah tamah ini tidak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga refleksi atas perjalanan pengabdian yang sarat makna. Nilai-nilai integritas, ketulusan, dan semangat melayani yang diwariskan diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Luwu Timur.
Dengan berakhirnya masa tugas sebagai Kepala Kantor, Drs. H. Muhammad Yunus meninggalkan jejak pengabdian yang tak ternilai, sekaligus harapan agar Kemenag Luwu Timur terus melangkah maju dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang inklusif, profesional, dan berkeadilan.
(NN/Red)





