Scrap Tambang Jadi Sumber PAD Baru, Luwu Timur Bidik Peningkatan Pendapatan Daerah

oleh -51 Dilihat

KutipNusantara.com – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mulai memperluas sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menggarap potensi sektor non-konvensional. Salah satu langkah strategis yang kini didorong adalah optimalisasi pengelolaan hibah metal scrap dari perusahaan tambang PT Vale Indonesia Tbk, Rabu (8/4/2026).

Upaya tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi lintas perangkat daerah yang digelar di aula kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Luwu Timur. Rapat ini membahas perpanjangan Nota Kesepahaman (MoU) hibah Metal scrap sekaligus merumuskan pola pengelolaan yang lebih produktif dan berdampak langsung terhadap peningkatan PAD.

Pemerintah daerah menilai, selama ini pengelolaan scrap masih cenderung bersifat administratif. Padahal, material sisa hasil produksi tambang tersebut memiliki nilai ekonomi yang cukup besar apabila dikelola secara profesional, transparan, dan terintegrasi.

Melalui skema baru yang tengah disiapkan, scrap direncanakan tidak hanya didata dan didistribusikan, tetapi juga dapat diolah maupun dilelang secara sistematis.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap nilai tambah dari scrap dapat memberikan kontribusi nyata bagi kas daerah.

Selama ini, sektor pertambangan memang menjadi penopang utama ekonomi Luwu Timur. Namun, pemerintah mulai melihat peluang lain di sekitar aktivitas industri tersebut, termasuk pemanfaatan limbah bernilai seperti metal scrap yang selama ini belum dimaksimalkan.

Selain mengejar peningkatan pendapatan, pentingnya kepastian hukum dan tata kelola yang akuntabel. Hal ini mencakup mekanisme pengelolaan, pengawasan, hingga distribusi manfaat agar tetap transparan dan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi sumber PAD yang lebih kreatif dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur optimistis, jika dikelola dengan baik, scrap tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan aset potensial yang mampu menggerakkan ekonomi daerah.

Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan diharapkan semakin kuat. Dengan kolaborasi tersebut, setiap potensi yang ada di wilayah Luwu Timur dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.