Selamatkan Pulau Bulu Poloe: Kolaborasi Lintas Sektor Kendalikan Sampah Plastik dan Melestarikan Terumbu Karang

oleh -264 Dilihat

KutipNusantara.com — Dalam rangka memperingati World Clean Up Day, aksi nyata berupa pembersihan sampah dan transplantasi terumbu karang digelar di Pulau Bulu Poloe, Minggu (27/09/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh PT Citra Lampia Mandiri (CLM) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur, Dinas Pariwisata, Dinas Perikanan, Basarnas, Posal TNI AL–Polairud, PMI, Pramuka, Karang Taruna, JMSI serta KOMPLIT hingga mahasiswa KKN dari UIN ini bertujuan menjaga keberlanjutan ekosistem pulau ikonik tersebut.

Pulau Bulu Poloe yang dikenal sebagai ikon dan kebanggaan Tanah Luwu khususnya Desa Harapan Luwu Timur menyimpan potensi wisata besar, namun kini berhadapan dengan ancaman serius limbah plastik.

Dalam sesi diskusi (sharing session), perwakilan panitia dan pemerintah daerah menyoroti ketimpangan antara volume sampah yang dihasilkan dengan kapasitas pengolahannya.

Dari total perkiraan ton ton sampah di wilayah Bulu Poloe tersebut, baru sekitar beberapa ton yang sanggup dikelola atau dibersihkan.

Sisanya masih terhambur di berbagai titik lingkungan dan perairan atau pantai Bulu Poloe.

“Plastik membutuhkan waktu ribuan tahun untuk terurai. Jika tidak ada aksi nyata dari sekarang, laut kita akan penuh dengan sampah dari tahun ke tahun,” tegas Suaib dalam diskusi sesuai pembersihan.

Sebagai langkah konkret pencegahan selama kegiatan berlangsung, panitia melarang penggunaan air kemasan sekali pakai seperti kemasan Gelas atau botol.

Para peserta diwajibkan membawa tumbler atau botol minum masing-masing dan memanfaatkan fasilitas galon air yang disediakan.

Diskusi tersebut juga menghasilkan beberapa rekomendasi penting untuk penanganan sampah jangka panjang diwilayah Pulau Bulu Poloe.

Mendorong Dinas Pendidikan untuk menyisipkan materi kesadaran lingkungan dan bahaya sampah plastik ke dalam kurikulum sekolah, mulai dari tingkat PAUD, TK, hingga SMA menurutnya.

Mengimbau Dinas Pariwisata dan Dinas Kelautan agar tidak hanya fokus pada perbaikan fasilitas, tetapi juga menerapkan sistem penegakan aturan atau denda bagi pengunjung atau Nelayan yang membuang sampah sembarangan di objek wisata atau dilaut dan pesisir karena dampaknya terbawa arus hingga pulau tersebut.

Apresiasi untuk Petugas Kebersihan, dan Mengusulkan pemberian penghargaan (award) bagi petugas sampah dalam momen-momen penting daerah sebagai bentuk penghormatan atas peran vital mereka.

Manajemen PT Citra Lampia Mandiri berharap kolaborasi lintas sektor ini tidak berhenti sebagai aksi seremonial tahunan, melainkan menjadi pijakan awal pembentukan konsorsium atau program keberlanjutan demi menjaga kelestarian Pulau Bulu Poloe.  (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.