Sentuhan Perwira Muda di Tanah Luwu: Siswa SIP Polda Sulsel Ulurkan Tangan bagi Korban Kebakaran Malili

oleh -18 Dilihat

KutipNusantara.com — Duka mendalam yang menyelimuti keluarga korban kebakaran di Dusun Para’ Bae, Desa Wewangriu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, perlahan terobati oleh sebuah aksi kepedulian. Di tengah puing-puing bangunan yang menyisakan keharuan, kepedulian nyata hadir menghangatkan suasana, Jumat (31/07/2026).

Siswa Inspektur Polisi (SIP) Polda Sulawesi Selatan, Eko Putra Prasetyo, menyambangi lokasi kejadian untuk menyerahkan secara langsung bantuan kemanusiaan kepada warga yang kehilangan tempat tinggalnya.

Musibah kelam itu terjadi pada Rabu (29/07/2026) siang. Si jago merah yang diduga terpicu akibat korsleting listrik melalap habis seluruh bangunan rumah hingga rata dengan tanah.

Momen nahas tersebut tak hanya membumihanduskan tempat bernaung, tetapi juga melenyapkan harta benda dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Bagi Eko Putra Prasetyo, langkah kaki yang diayunkannya ke lokasi musibah bukan sekadar penyerahan bantuan fisik, melainkan bagian dari panggilan jiwa sebagai calon perwira Polri.

Kegiatan ini merupakan wujud bakti sosial mandiri yang diusung para Siswa Inspektur Polisi di seluruh Indonesia saat menjalani masa Cuti Siswa Inspektur Polisi Integrasi Belajar Lapangan (IBL) Setukpa Lemdiklat Polri.

“Program bakti sosial ini merupakan bagian dari pembentukan karakter kami sebagai calon perwira Polri agar selalu hadir di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang sedang mengalami musibah. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga korban,” tutur Eko.

Ia menegaskan, esensi korps baju cokelat tidak sebatas penegakan hukum di lapangan, melainkan juga keberanian untuk hadir membentangkan empati, menyulut kembali semangat, serta merangkul masyarakat yang tengah tertimpa kemalangan.

Melalui aksi nyata ini, Eko menaruh harapan besar agar benih kepedulian dan tradisi gotong royong di tengah masyarakat Luwu Timur terus bertumbuh subur.

Musibah boleh datang menghancurkan harta benda, tetapi rasa kebersamaan tak boleh padam agar korban tak merasa berjuang sendirian.

“Kami mengajak semua pihak untuk terus menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan dan dapat segera bangkit kembali,” pungkasnya penuh harap. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.