Setahun IBAS–PUSPA Pimpin Luwu Timur, IKM Tembus 89,38 dan Kerukunan Umat Beragama Sangat Tinggi

oleh -70 Dilihat

LUWU TIMUR, KutipNusantara.com -– Satu tahun pemerintahan IBAS–PUSPA di Kabupaten Luwu Timur mulai menunjukkan capaian terukur. Tidak lagi sekadar janji program, sejumlah indikator kinerja memperlihatkan hasil yang masuk kategori sangat baik.

Berdasarkan hasil Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Tahun 2025 pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), nilai IKM tercatat sebesar 89,38. Angka tersebut masuk kategori Sangat Baik dan melampaui target kinerja pemerintah daerah yang ditetapkan sebesar 87,86.

Capaian ini dinilai penting karena sektor perizinan merupakan garda terdepan dalam pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan pelaku usaha.

Pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan terukur diyakini mendorong kemudahan berusaha, meningkatkan kepercayaan investor, serta memberi ruang lebih luas bagi pertumbuhan UMKM.

Tak hanya di sektor pelayanan perizinan, stabilitas sosial di Luwu Timur juga menunjukkan tren positif. Indeks Kerukunan Umat Beragama tercatat mencapai 80,84 dengan kategori Sangat Tinggi.

Capaian ini menegaskan bahwa kondisi sosial masyarakat tetap harmonis dan kondusif di tengah dinamika nasional yang kerap diwarnai perbedaan tajam.

‎Stabilitas tersebut menjadi modal penting bagi pembangunan daerah. Iklim sosial yang aman dan rukun dinilai memperkuat daya tarik investasi serta memperlancar pelaksanaan program pembangunan.

‎Di sektor pelayanan hukum, survei kepuasan masyarakat di lingkungan Kejaksaan Negeri Luwu Timur juga mencatat nilai IKM di atas angka 88, kembali masuk kategori Sangat Baik.

Hal ini menunjukkan meningkatnya persepsi publik terhadap profesionalisme dan responsivitas layanan hukum di daerah.

‎Jika dirangkum, satu tahun pemerintahan IBAS–PUSPA memperlihatkan tiga indikator utama yang menguat. peningkatan kualitas pelayanan publik, stabilitas sosial yang terjaga, serta tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga publik.

Meski demikian, satu tahun dinilai baru tahap awal. Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi kinerja dan terus meningkatkan kualitas layanan.

Sebab, ketika standar pelayanan sudah berada pada kategori “Sangat Baik”, ekspektasi publik pun akan semakin tinggi.

Tahun pertama telah dilalui dengan fondasi yang dinilai cukup kuat. Kini, masyarakat menantikan langkah berikutnya:
-menjaga ritme kerja, ‎mempertahankan capaian, dan menghadirkan inovasi yang semakin berdampak langsung bagi kesejahteraan warga Luwu Timur.
(Batara guru Institut/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.