Sinergi Investasi di Bumi Batara Guru: Gara-Gara Aplikasi Ini, Lapor Modal Jadi Lebih Praktis!

oleh -136 Dilihat

KutipNusantara.com – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Luwu Timur terus bergerak taktis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, Selasa (07/07/2026).

Langkah teranyar, DPMPTSP menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sosialisasi Tata Cara Pengisian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) bagi puluhan pelaku usaha di Hotel Mireya Sorowako, Kecamatan Nuha, Selasa.

Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Bupati Luwu Timur yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Aini Endis Anrika.

Sebanyak 40 peserta yang berasal dari jajaran perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) hingga pelaku usaha lokal yang beroperasi di Bumi Batara Guru tampak antusias mengikuti jalannya pematerian.

Dalam sambutannya, Aini Endis Anrika menegaskan bahwa para pelaku usaha merupakan motor penggerak utama dalam mendorong roda investasi daerah. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan sektor swasta harus terus diperkuat.

“Keterlibatan aktif pelaku usaha diharapkan mampu menciptakan pemerataan pembangunan, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Aini Endis.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, keterbukaan informasi, serta kedisiplinan para investor dalam melaporkan perkembangan usahanya melalui platform digital yang telah disediakan pemerintah.

Kepatuhan ini dinilai krusial karena berdampak langsung pada pencatatan realisasi investasi Kabupaten Luwu Timur di tingkat nasional.

Di lokasi yang sama, Kepala DPMPTSP Kabupaten Luwu Timur, Agus Thobrani, S.Kom., M.Si., menjelaskan bahwa agenda ini sengaja dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif sekaligus keterampilan praktis.

Target utamanya adalah agar para pelaku usaha tidak lagi bingung dan mampu mengisi LKPM secara tepat, benar, serta tepat waktu melalui sistem Online Single Submission (OSS).

“Kegiatan ini bertujuan mendorong kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan laporan perkembangan realisasi investasi, mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan, serta merencanakan langkah pengembangan usaha ke depan,” ungkap Agus.

Menariknya, Bimtek kali ini tidak hanya mengupas tuntas soal LKPM. DPMPTSP Luwu Timur juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan dan mensimulasikan sebuah inovasi baru bernama SIMPADI PTSP (Sistem Peringatan Dini Pelayanan Terpadu Satu Pintu).

Inovasi yang digagas langsung oleh Agus Thobrani ini didesain sebagai “alarm” atau pengingat elektronik bagi para pelaku usaha. Kehadiran SIMPADI PTSP diharapkan dapat membantu para investor agar tidak terlambat dalam memenuhi kewajiban administrasi dan pelaporannya.

Melalui integrasi sistem yang matang, inovasi ini diyakini akan memperkuat fungsi pengawasan penanaman modal sekaligus melejitkan kualitas pelayanan perizinan di Kabupaten Luwu Timur ke level yang lebih modern dan akuntabel. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.