KutipNusantara.com — Suasana penuh keheningan dan kehidmatan menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Malili, Minggu malam, 16 Agustus 2026.
Tepat pukul 22.00 WITA, Bupati Luwu Timu, H. Irwan Bahcri Syam, menghadiri serta jajaran Porkofinda, kepala OPD, aparat TNI-POLRI dan elemen masyarakat berkumpul untuk menggelar Upacara Kehormatan dan Renungan Suci guna mengenang serta menghormati jasa para pahlawan bangsa menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke. 81.
Dengan cahaya obor yang menyala di tengah kegelapan malam, Kapolres Luwu Timur, AKBP Aryo Putranto, bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara.
Dalam pembacaan naskah renungan suci, ia menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para pejuang yang telah gugur dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan tersebut.
Berdasarkan data yang dibacakan Kapolres Luwu Timur, AKBP Aryo Putranto dalam sambutannya, terdapat 73 pejuang dan pahlawan yang diabadikan di TMP Malili, terdiri dari:
– TNI: 2 orang
– Polri: 1 orang
– Pejuang Rakyat: 63 orang
– Pegawai Sipil: 1 orang
– Pahlawan Tak Dikenal: 6 orang
“Kami menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keikhlasan dan kesucian pengorbanan saudara-saudara sebagai pahlawan dalam pengabdian terhadap perjuangan demi kebahagiaan negara dan bangsa,” ucap AKBP Aryo Putranto di hadapan para peserta upacara.
Bupati menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas dedikasi serta kebersamaan seluruh pihak dalam menjaga tradisi penghormatan kepada para pahlawan bangsa.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta, unsur Forkopimda, personel TNI-Polri, jajaran ASN, anggota Pramuka, dan seluruh elemen masyarakat yang hadir pada malam hari ini dengan penuh keikhlasan dan rasa hormat,” tutur Bupati.
“Sampai jumpa dan kita ketemu kembali besok pagi di lapangan upacara untuk bersama-sama melaksanakan Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia,” pungkasnya.
Dalam ikrar tersebut, seluruh peserta upacara bersumpah dan berjanji bahwa perjuangan serta jalan kebaktian para pahlawan akan terus dilanjutkan oleh generasi penerus.
Upacara ditutup dengan doa bersama agar arwah para pahlawan diterima dan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Kegiatan rutin tahunan ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan, tetapi juga momen refleksi mendalam bagi seluruh peserta untuk terus merawat kemerdekaan dan memperkokoh rasa nasionalisme. (**)







