TAGIHAN PDAM MEMBENGKAK?, INI PENJELASAN DAN IMBAUAN KEPADA PELANGGAN

oleh -447 Dilihat
Salah Satu Cont0h Kebocoran Yang pelanggan Lihat Tapi Tdk disadari Bengkaknya Iuran.

Puncak Indah, KutipNusantara.com — Sejumlah pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Waemami Luwu Timur, kerap mengeluhkan kenaikan tagihan air yang dinilai tidak sesuai dengan pemakaian Per bulannya. Sabtu 13 Desember 2025.

Kondisi ini menyebabkan iuran menumpuk hingga akhirnya tidak dibayarkan alias Malas Bayar, dengan alasan pelanggan merasa tidak pernah menggunakan air dalam jumlah sebesar yang tertera pada tagihan.

Akibat tunggakan yang berlarut-larut, petugas teknis lapangan terpaksa mengambil langkah penertiban dengan melakukan pencopotan meteran air sementara, sesuai ketentuan yang berlaku.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Perumda Waemami Andi Maryam menjelaskan bahwa lonjakan tagihan air umumnya bukan semata-mata kesalahan sistem PDAM, melainkan sering disebabkan oleh instalasi pipa atau kran Air diluar Meter yang masuk dalam rumah pelanggan yang kurang baik.

“Banyak kasus terjadi karena pelanggan tidak memperhatikan instalasi jalur air setelah meteran. Bisa ada kebocoran kecil, kran terbuka sedikit tapi dibiarkan lama, atau pipa yang rembes, sehingga air terus mengalir tanpa disadari dan menyebabkan tagihan membengkak,” jelas Andi Maryam yang biasa disapa Opu.

Ia juga menambahkan bahwa kebiasaan menunda pembayaran iuran bulanan turut memperparah persoalan. Tidak sedikit pelanggan yang baru maupun Lama datang mengajukan komplain setelah tagihan menumpuk dalam beberapa bulan, tanpa terlebih dahulu memastikan kondisi instalasi dan meteran air di rumahnya.

Selain itu, penggunaan pompa air otomatis juga kerap menjadi pemicu pembengkakan tagihan. Andi Maryam menyebutkan, ciri-ciri kebocoran biasanya ditandai dengan pompa air yang sering menyala dan mati meskipun tidak ada kran Air  yang dibuka.

“Tanda lainnya bisa berupa munculnya genangan air di sekitar pipa atau saluran air secara tiba-tiba. Ini indikasi kuat adanya kebocoran yang harus segera ditangani,” ujarnya Opu Andi Maryam.

Untuk menghindari denda dan penumpukan iuran, PDAM mengimbau pelanggan agar segera menghubungi petugas teknisi apabila menemukan ciri-ciri kebocoran, kran Air di luar meteran yang sering terbuka tanpa disadari, atau ketidakwajaran pada angka meteran air.

Dengan perhatian rutin terhadap instalasi air dan kedisiplinan membayar iuran bulanan, diharapkan permasalahan tagihan membengkak dapat diminimalisir, sekaligus menjaga layanan air bersih tetap berjalan optimal bagi seluruh pelanggan. (Nis/Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.