Warga Desa Kanawatu Keluhkan Proyek Drainase, Aparat Desa Diduga Terlibat Pengerjaan Asal-Asalan

oleh -66 Dilihat

 

Wotu, Kutipnusantara.com –  Desa Kanawatu kembali menjadi sorotan terkait proyek drainase yang dinilai gagal memberikan solusi terhadap masalah banjir dan genangan air.

Warga desa Kanawatu secara terbuka menyampaikan kekecewaan mereka terhadap pengerjaan proyek yang dianggap tidak memenuhi standar, menyebabkan luapan air ke pekarangan warga setiap kali hujan turun.

Masalah ini paling terasa di kawasan perempatan Dusun I dan II, di mana drainase, jembatan, dan plat dekker yang seharusnya mengalirkan air dengan lancar justru tidak berfungsi dengan baik.
Alhasil, air meluap dan merendam area sekitar, membuat warga semakin resah.

“Drainase ditutup mati, bagaimana air mau terbagi? Proyek ini terkesan asal-asalan. Hanya mengejar keuntungan besar tanpa memikirkan kualitas pekerjaan.” Ujar ayumi  warga yang terkena dampak .

Ia menambahkan bahwa proyek tersebut diduga sepenuhnya dikerjakan oleh aparat desa, dengan sewa Bendera perusahaan.

Warga menduga bahwa proyek drainase ini adalah bagian dari dana “POKIR” (Pokok Pikiran) yang dititipkan kepada anggota DPRD untuk diperjuangkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD).
Namun, mereka menilai pelaksanaannya tidak maksimal.

“Aspirasi masyarakat sudah dititipkan melalui POKIR, tapi kontraktor yang mengerjakan justru tidak serius. Ini proyek asal jadi,” tambah seorang warga dengan nada kecewa.

Keluhan warga Desa Kanawatu ini semakin memuncak karena tidak ada pihak yang mau bertanggung jawab atas kualitas buruk proyek tersebut.

Ketika diminta klarifikasi, pihak desa terkesan lepas tangan.
“Kalau begini, siapa yang mau peduli?” tanya salah seorang warga.

Sebagai bentuk protes, warga beramai-ramai menyuarakan keluhan mereka di media sosial, bahkan mengancam akan terus melakukannya hingga seluruh drainase diperbaiki.

Mereka berharap pemerintah segera turun tangan dan menindak tegas aparat desa yang terlibat dalam pengerjaan proyek ini.

Warga Desa Kanawatu berharap masalah ini menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya yang cukup besar terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Kami tidak akan diam sampai proyek ini benar-benar diperbaiki. Kami hanya ingin desa kami bebas dari banjir,” tutup seorang warga.

Dengan semakin banyaknya tekanan dari masyarakat, diharapkan pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera merespon dan mencari solusi untuk memperbaiki infrastruktur drainase di desa tersebut.
(Lap.Nurmy/kn-Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.