Wow! Luwu Timur Target Olah 50 Ton Sampah per Hari Jadi Bahan Bakar Alternatif

oleh -110 Dilihat

Kutipnusantara.com – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat komitmennya dalam penanganan sampah berkelanjutan dengan menyiapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) berbasis teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), fasilitas ini dirancang mampu mengolah hingga 50 ton sampah per hari sekaligus menghasilkan bahan bakar alternatif yang memiliki nilai ekonomis.

Kepala DLH Luwu Timur, Umar Hasan Dalle, menjelaskan bahwa penerapan teknologi RDF menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus menciptakan manfaat ekonomi dari sampah.

“TPS3R ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga mengubahnya menjadi bahan bakar alternatif. Ini tentu memberikan nilai tambah bagi daerah,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, pembangunan TPS3R akan dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah, meliputi Kecamatan Wotu, Mangkutana Raya, serta Kecamatan Malili yang dipusatkan di TPS Ussu.

Untuk tahap awal, proyek akan difokuskan di TPA Ussu, Desa Ussu, Kecamatan Malili, dengan rencana pengembangan lahan dari 3 hektare menjadi 9 hektare guna mendukung kapasitas pengolahan yang lebih besar.

“Pemda diminta menyiapkan lahan. Saat ini tersedia sekitar 3 hektare dan akan dikembangkan hingga 9 hektare,” jelas Umar.

Ia menambahkan, realisasi proyek tersebut juga akan melibatkan dukungan pemerintah pusat, khususnya terkait pengadaan mesin RDF yang direncanakan melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk membahas rencana ini,” tambahnya.

Program TPS3R berbasis RDF ini merupakan bagian dari prioritas kerja Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama Wakil Bupati Puspawati Husler dalam mendorong pembangunan berwawasan lingkungan dan ekonomi sirkular.

Selain itu, keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat, terutama dalam pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga.

“Kunci utama keberhasilan ada pada pemilahan sampah dari sumbernya. Kami berharap masyarakat dapat berperan aktif,” tegasnya.

Tak hanya berdampak pada lingkungan, proyek ini juga diproyeksikan membuka peluang ekonomi baru. Sampah yang diolah melalui teknologi RDF dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara maupun produk lain yang bernilai jual.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur juga berencana menjajaki kerja sama dengan PT Vale Indonesia Tbk untuk pemasaran hasil olahan tersebut.

“Potensinya sangat besar. Sampah bisa menjadi bahan bakar alternatif yang dapat dimanfaatkan industri,” pungkas Umar. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.