KutipNusantara.com – Ancaman peredaran gelap narkotika di kalangan remaja menjadi perhatian serius jajaran Kepolisian Resor (Polres) Luwu Timur, Rabu (22/7/2026).
Guna memutus mata rantai penyalahgunaan barang haram tersebut sejak dini, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Luwu Timur mengambil langkah proaktif dengan membekali ratusan pelajar menjadi agen perubahan.
Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Mangkutana, langkah preventif ini diwujudkan melalui sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Mengusung tema “Wujudkan Sekolah Bersih Narkoba (BERSINAR) Demi Masa Depan Gemilang untuk Luwu Timur Maju dan Sejahtera”, acara ini sukses menjadi wadah edukasi lintas sektoral yang komprehensif.
Dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polres Luwu Timur, AKP Nasruddin, S.H., M.H., kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh sekitar 160 pelajar SMA sederajat.
Para peserta merupakan perwakilan dari tujuh kecamatan, yakni Burau, Wotu, Tomoni, Tomoni Timur, Mangkutana, Kalaena, dan Angkona.
Dalam pemaparannya yang tegas, AKP Nasruddin mengingatkan bahwa narkotika adalah ancaman nyata yang siap merenggut masa depan generasi penerus bangsa.
“Pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan penegakan hukum dan jeruji besi. Kami mengedepankan langkah preventif melalui edukasi, agar para pelajar tidak hanya sekadar paham bahayanya, tetapi juga memiliki keberanian moral untuk menolak keras segala bentuk peredaran narkoba di lingkungan mereka,” urai Nasruddin di hadapan siswa.
Sosialisasi ini mengupas tuntas berbagai dampak destruktif narkotika. Dari kacamata kesehatan, para pelajar diedukasi mengenai kerusakan fatal pada otak, gangguan kejiwaan, kerusakan organ vital, hingga risiko kematian.
Dari sisi sosial, penyalahgunaan narkoba terbukti merusak masa depan, menghancurkan pergaulan yang sehat, memicu keretakan keluarga, serta membawa konsekuensi pidana yang berat di mata Undang-Undang Narkotika.
Keseriusan membangun benteng anti-narkoba ini tidak dipikul sendirian oleh pihak kepolisian. Sinergi kuat lintas institusi terlihat jelas dengan hadirnya berbagai tokoh penting.
Turut mengawal jalannya acara, perwakilan Ketua TP PKK Kabupaten Luwu Timur Asriani Safitri, S.E., perwakilan Kesbangpol Luwu Timur Salam Latief, S.H., M.Si., CGCAE, serta Kepala Sub Seksi II Intelijen Kejaksaan Negeri Luwu Timur, Andi Muhammad Tyas Yunus, S.H. Kehadiran mereka menegaskan bahwa seluruh elemen pemerintah solid dalam melindungi generasi muda.
Melalui penanaman kesadaran sejak dini, Polres Luwu Timur menaruh harapan besar agar ratusan pelajar ini kelak bertransformasi menjadi pelopor sejati.
Mereka diharapkan mampu membawa virus positif untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang benar-benar “BERSINAR” Bersih dari Narkoba.
Kegiatan yang berlangsung dinamis dan interaktif dalam keadaan aman, tertib, dan lancar, sekaligus menjadi tonggak baru sinergi pemerintah dan dunia pendidikan menuju Luwu Timur yang sehat, aman, dan sejahtera. (Hms-Plrs/Red)





