KutipNusantara.com — Kepastian pasar dan stabilitas harga menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan para petani di Kabupaten Luwu Timur, Selasa (25/08/2026).
Tanpa jaminan pemasaran yang jelas, produktivitas pertanian yang tinggi tidak akan berdampak maksimal terhadap perekonomian masyarakat di sektor hulu.
Anggota DPRD Luwu Timur dari Fraksi Partai NasDem, Muhammad Iwan, menegaskan pentingnya membangun pola kemitraan yang sejajar dan saling menguntungkan antara petani dan pelaku usaha.
Menurutnya, keberlanjutan sektor pertanian sangat bergantung pada sinergi kedua belah pihak.
“Petani membutuhkan kepastian dalam menjual hasil produksinya, sementara pelaku usaha membutuhkan pasokan hasil pertanian yang berkualitas dan berkelanjutan. Karena itu, keduanya harus ditempatkan sebagai mitra yang memiliki kepentingan bersama,” ujar Muhammad Iwan.
Politisi NasDem tersebut menambahkan bahwa jaminan harga dan rantai distribusi yang transparan akan memberikan rasa aman bagi para petani untuk terus berproduksi dan berinvestasi pada usaha taninya.
“Dengan adanya kepastian harga dan pemasaran, petani akan memiliki rasa aman dalam menjalankan usaha taninya. Kita ingin petani tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga mendapatkan kepastian bahwa hasil produksinya dapat dipasarkan dengan harga yang wajar dan menguntungkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Iwan menyampaikan bahwa penguatan regulasi dan pendampingan kemitraan ini merupakan wujud komitmen legislatif bersama pemerintah daerah dalam mengawal sektor hilir pertanian.
Intervensi kebijakan diperlukan agar posisi tawar petani tetap terlindungi di tengah dinamika pasar.
“Inilah salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi dan memberdayakan petani: produksinya kita tingkatkan, pasarnya kita buka, harganya kita perjuangkan, dan kesejahteraannya kita pastikan,” pungkasnya.
Langkah penguatan sektor pertanian ini diharapkan dapat memangkasrantai pasok yang merugikan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis kerakyatan di Luwu Timur. (**)







