Gelar Lomba, Jualan Laris! UMKM Lokal Nikmati Manisnya Hari Jadi Luwu Timur

oleh -115 Dilihat

Luwu Timur, KUTIPNUSANTARA.COM – Perayaan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Luwu Timur bukan hanya menjadi ajang pesta rakyat, tetapi juga membawa angin segar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Minggu, 8 Juni 2025

Lomba Perahu Bala-Bala yang digelar di Anjungan Sungai Malili mendadak menjelma menjadi magnet ekonomi lokal, dengan ribuan pengunjung memadati area perlombaan.

Sejak sehari sebelum acara dimulai, tenda-tenda pelaku UMKM sudah berjajar rapi di sepanjang Anjungan Sungai Malili tempat Lomba di gelar.

Deretan produk lokal seperti makanan tradisional, minuman segar, kerajinan tangan, hingga camilan khas daerah, laris manis diserbu pengunjung, Rupa macam pedagan menjual Makanan/Minumannya dari pagi hingga sore hari.

“Alhamdulillah selama Acara ulang tahunnya Luwu Timur ini, Omsetku  biasa kudapat tiga kali lipat, Biasanya kadang tidak habis kodong, Semoga ada terus acara acara dibuat pemerintah ,” ujar Ibu penjual Bakso/sosis dan minuman.

Peserta lomba dan pendukung yang datang dari Luar kabupaten—seperti Sidrap, Bone, Pinrang, Sinjai, Wajo, hingga Pangkep—menjadi pasar baru yang memperbesar potensi transaksi.

Mereka datang bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga menjadi konsumen aktif yang menggairahkan UMKM Lokal yang menstabilkan roda ekonomi masyarakat.

Pemerintah daerah pun tak tinggal diam. Berbagai fasilitas disiapkan demi kenyamanan pelaku UMKM dan pengunjung, mulai dari tempat gratis, kebersihan area, hingga pengamanan yang ketat.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, saat membuka acara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi. Lewat event budaya seperti ini, mereka bisa tumbuh dan berkembang seiring kekayaan tradisi kita,” tegasnya dalam sambutan.

Lebih dari sekadar tontonan seru, Lomba Perahu Bala-Bala telah menjadi panggung besar bagi UMKM untuk memamerkan produk mereka, menjaring pelanggan baru, dan memperkuat ekonomi berbasis komunitas.

Sitti, pedagang kerajinan asal Desa Ussu, menyebut momentum ini sebagai kebanggaan tersendiri. “Ini bukan hanya soal dagang. Ini tentang ikut merayakan kampung sendiri, tentang rasa memiliki,” ujarnya dengan penuh semangat.

Melihat antusiasme yang tinggi dan dampak ekonomi yang nyata, banyak pelaku UMKM berharap event seperti ini bisa menjadi agenda Tahunan yang rutin digelar, sebagai salah satu motor penggerak ekonomi rakyat di Luwu Timur. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.