KutipNusantara.com — Kafilah Kabupaten Luwu Timur yang akan berlaga pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an XXXIV Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan resmi tiba di Kabupaten Maros dan mendapat sambutan hangat dari pemerintah setempat, Penyambutan berlangsung di Aula Kantor Bupati Maros dengan nuansa penuh keakraban, Jumat (10/4/2026).
Rombongan yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aini Endis Anrika, diterima langsung oleh Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur. Menariknya, Luwu Timur menjadi kafilah pertama yang tiba di lokasi pelaksanaan MTQ tahun ini.
Prosesi penyambutan ditandai dengan penyerahan cinderamata khas Maros berupa kupu-kupu yang diawetkan—simbol keindahan alam sekaligus kekayaan hayati daerah tersebut. Momen ini menjadi penanda awal keikutsertaan Luwu Timur dalam perhelatan akbar syiar Al-Qur’an tingkat provinsi.
Turut mendampingi rombongan, Kepala Bagian Kesra Amran Akmal, Sekretaris LPTQ Rusdi Daming, para camat, serta jajaran official kafilah lainnya.
Mewakili Bupati Luwu Timur sekaligus Ketua Kafilah, Aini Endis Anrika menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kabupaten Maros. Ia menilai penerimaan tersebut menjadi energi positif bagi seluruh peserta untuk tampil maksimal.
“Keikutsertaan kami bukan semata mengejar prestasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an serta membangun generasi Qur’ani yang berakhlak mulia,” ujarnya.
Kafilah Luwu Timur sendiri diperkuat 56 peserta dan 64 official, serta mengikuti seluruh cabang lomba, mulai dari Tilawah, Hifzil Qur’an, Khat, Fahmil, Syarhil, Qiraat, Tafsir hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.
Mengusung motto “Cinta Al-Qur’an, Raih Keberkahan, Luwu Timur Juara”, semangat kafilah juga diperkuat dukungan besar dalam devile yang melibatkan sekitar 500 orang dari berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah hingga masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, menyampaikan selamat datang sekaligus apresiasi atas kehadiran Luwu Timur sebagai kafilah pertama yang tiba. Ia juga memperkenalkan slogan daerah “Maros Butta Salewangang” yang bermakna tanah yang sejahtera dan makmur.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai religius yang kuat, keikutsertaan Luwu Timur di MTQ tahun ini diharapkan tidak hanya menghadirkan prestasi, tetapi juga memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat. (**)





