Insiden Maut di Tambang Nikel PT CLM Lampia, Sorotan Keras pada Pengawasan Keselamatan Kerja

oleh -215 Dilihat

KutipNusantara.com – Kecelakaan kerja kembali terjadi di area pertambangan nikel PT CLM di wilayah Lampia, Senin 27 April 2026.

‎Insiden tragis yang melibatkan dua unit dump truck ini mengakibatkan satu orang pekerja meninggal dunia (MD) di lokasi kejadian, setelah tertimbun material tanah dalam kondisi yang mengenaskan.

‎Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi saat aktivitas pengangkutan material berlangsung.

Dua unit dump truck diduga mengalami kondisi tidak stabil di area timbunan tanah, hingga akhirnya tergelincir dan tertimbun material longsoran.

Salah satu korban tidak sempat menyelamatkan diri dan dinyatakan meninggal dunia di tempat.

‎Kejadian ini kembali memicu sorotan tajam terhadap lemahnya pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan pertambangan PT. Citra Lampia Mandiri (CLM).

‎Sejumlah pihak menilai bahwa insiden ini bukan yang pertama kali terjadi Tapi sering sekali, sehingga perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem manajemen keselamatan di perusahaan tersebut.

Ini bukan kejadian baru. Artinya ada yang harus dibenahi secara serius, terutama terkait standar operasional dan pengawasan di lapangan,” ujar salah satu sumber di sekitar lokasi.

‎Masyarakat dan pemerhati ketenagakerjaan mendesak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk segera turun tangan melakukan investigasi secara transparan dan menyeluruh.

Mereka menekankan pentingnya proses hukum dan audit keselamatan yang objektif, tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.

Selain itu, kekhawatiran juga muncul terkait kemungkinan adanya upaya penutupan fakta atau manipulasi kronologi kejadian oleh pihak perusahaan.

Hal ini dinilai dapat mengaburkan akar masalah yang sebenarnya dan menghambat upaya perbaikan ke depan.

Jangan sampai kejadian seperti ini ditutupi atau dianggap sebagai kesalahan individu semata. Harus dilihat dari sistemnya, apakah sudah sesuai standar atau belum,” tegasnya.

Pihak berwenang diharapkan tidak hanya berhenti pada investigasi formalitas, tetapi juga memastikan adanya sanksi tegas jika ditemukan kelalaian. Langkah ini dinilai penting agar kejadian serupa tidak terus berulang dan menelan korban jiwa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT CLM terkait penyebab pasti insiden maupun langkah penanganan yang dilakukan pascakejadian.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa keselamatan kerja di sektor pertambangan bukan sekadar formalitas, melainkan hal mutlak yang harus ditegakkan demi melindungi nyawa para pekerja. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.