Mahasiswa Lutim Turun ke Jalan, Tuntut Audit Islamic Center hingga Transparansi AMDAL PT IHIP

oleh -218 Dilihat
Lokasi simpang tiga poros Trans dan arah pelabuhan Pt. Vale Balantang
Lokasi simpang tiga poros Trans dan arah pelabuhan Pt. Vale Balantang

Malili, Kutipnusantara.com – Aksi unjuk rasa kembali menggema di Kabupaten Luwu Timur. Aliansi Mahasiswa Pemuda Luwu Timur menggelar demonstrasi pada Kamis, 26 Maret 2026.

‎Dengan membawa sejumlah tuntutan krusial yang dinilai menyangkut kepentingan publik dan transparansi pembangunan daerah.

Aksi tersebut dipusatkan di simpang tiga poros Trans menuju pelabuhan PT Vale, jalur Balantang. Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti tiga isu utama, yakni permintaan audit pembangunan Masjid Islamic Center Luwu Timur, transparansi dokumen AMDAL PT IHIP, serta desakan kepada pemerintah untuk meminimalisir angka pengangguran di wilayah Luwu Timur.

‎Koordinator (Jendral lapangan) aksi menyampaikan bahwa pembangunan Islamic Center yang menjadi ikon daerah perlu diaudit secara menyeluruh guna memastikan penggunaan anggaran berjalan transparan dan akuntabel.

‎Selain itu, mereka juga menuntut keterbukaan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari PT IHIP yang dinilai penting untuk diketahui publik, khususnya masyarakat yang terdampak langsung oleh aktivitas industri.

‎“Ini menyangkut kepentingan masyarakat luas. Kami ingin ada kejelasan, baik soal pembangunan Islamic Center maupun dampak lingkungan dari aktivitas perusahaan,” tegas salah satu orator dalam aksi tersebut.

‎Tak hanya itu, mahasiswa juga mendesak pemerintah daerah agar lebih serius dalam menekan angka pengangguran di Luwu Timur dengan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada tenaga kerja lokal.

‎Selama aksi berlangsung, pengamanan dari aparat penegak hukum (APH) terlihat cukup ketat. Personel dari intelijen, Sabhara, hingga Satuan Lalu Lintas Polres Luwu Timur dikerahkan untuk memastikan jalannya aksi tetap kondusif. Situasi di lokasi pun terpantau aman dan terkendali.

‎Namun, aksi tersebut diwarnai kekecewaan massa lantaran tidak hadirnya perwakilan pemerintah daerah, DPRD, maupun pihak kejaksaan yang diharapkan dapat menemui dan mendengarkan langsung aspirasi mereka.

‎Ketidakhadiran tersebut disebut karena masih dalam suasana libur. Merespons hal itu, aliansi mahasiswa menyatakan akan kembali mengagendakan aksi lanjutan.

‎Mereka berencana membawa tuntutan tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dijadwalkan pada 02 April 2026 mendatang.

‎Aksi ini menjadi sinyal kuat bahwa mahasiswa dan pemuda di Luwu Timur menginginkan adanya transparansi, akuntabilitas, serta perhatian serius dari pemerintah terhadap isu-isu strategis daerah.

‎Pemerintah diharapkan tidak menutup mata dan segera merespons tuntutan tersebut secara konkret, demi menjaga kepercayaan publik serta keberlanjutan pembangunan di Bumi Batara Guru. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.