Peringati World Cleanup Day, CLM Kolaborasi Multipihak Gelar Aksi Bersih Pesisir dan Transplantasi Terumbu Karang di Bulu Poloe

oleh -144 Dilihat

KutipNusantara com — Momentum peringatan hari aksi bersih-bersih sedunia atau World Cleanup Day, aksi nyata pelestarian lingkungan kembali digelorakan di kawasan pesisir Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (26/09/2026).

Bertempat di Pulau Bulu Poloe, Desa Harapan, Sabtu 26 lanjut Minggu, 27 September 2026. Kegiatan kolaboratif bertajuk “Aksi Bersih Bulu Poloe & Transplantasi Terumbu Karang”.

Kegiatan ini menjadi komitmen bersama dalam menjaga ekosistem pesisir serta kelestarian bawah laut terumbu Karang wilayah Luwu Timur khususnya Bulu Poloe.

Selain fokus pada pembersihan sampah plastik dan limbah di sepanjang garis pantai Bulu Poloe, aksi ini juga melibatkan upaya pemulihan ekosistem laut melalui penanaman dan transplantasi media terumbu karang.

Aksi lingkungan ini PT. Citra Lampia Mandiri (CLM) mengusung semangat gotong royong dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.

Terlihat partisipasi aktif dari unsur Pemerintah daerah, DLH, DISKAN, PARMODORA TNI-AL dan Basarnas, hingga organisasi kemanusiaan seperti Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Luwu Timur.

Tak hanya itu, dukungan besar juga datang dari sektor utama salah satunya PT Citra Lampia Mandiri (CLM) serta kolaborasi dari Karang Taruna, Pramuka, KOMPLIT, organisasi pers (JMSI), komunitas pegiat lingkungan lokal, hingga inisiatif World Cleanup Day Indonesia.

“Upaya menjaga lingkungan pesisir tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi sinergis antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan pihak swasta. Aksi di Bulu Poloe ini adalah bukti nyata komitmen bersama untuk mewujudkan ekosistem laut yang bersih dan berkelanjutan,” ujar Fauzi eksternal Pt.CLM sebagai penyelenggara kegiatan.

Pulau Bulu Poloe dan kawasan sekitarnya memiliki potensi keanekaragaman hayati laut yang kaya.

Melalui agenda transplantasi terumbu karang yang dipandu oleh penyelam berpengalaman dari TNI-AL, diharapkan struktur terumbu karang yang rusak dapat kembali pulih, menyediakan habitat yang sehat bagi kehidupan biota laut.

Aksi kolaboratif ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial tahunan saja, melainkan mampu memantik kesadaran masyarakat luas, khususnya warga pesisir atau Nelayan, akan pentingnya menjaga kebersihan pantai dan mengelola sampah secara bijak. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.