PESTA DEMOKRASI TERCORENG, SALAH SATU PASLON DEMA FEBI MENDESAK PENEGAK HUKUM UNTUK MENGUSUT TUNTAS PELAKU PROVOKATIF DAN MAKAR

oleh -505 Dilihat

PALOPO, KutipNusantara.com — Momentum Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemilma Raya) di Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo yang seharusnya menjadi panggung adu gagasan intelektual, mendadak diguncang aksi teror visual bermuatan ekstrem, 18 MEI 2026.

Sebuah spanduk bernada ancaman pembunuhan terbentang di depan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), bertuliskan kalimat keji: “Kader PMII halal darahnya dibunuh”.

Insiden yang terjadi di tengah hangatnya konstelasi politik kampus ini langsung memicu kegaduhan dan kecaman luas.

Merespons situasi kritis tersebut, Pasangan Calon (Paslon) Fahmi Ilyasir Zam-Nabilah Ananta secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap tegas dan mendesak aparat kepolisian untuk turun tangan tanpa kompromi.

Menurut perwakilan Paslon yakni Fahmi Ilyasir Zam,

“insiden ini bukan lagi sekadar dinamika rivalitas politik mahasiswa biasa, melainkan sudah masuk ke dalam ranah tindak pidana berat yang mengancam keselamatan jiwa di lingkungan akademik”. Ujarnya

Paslon Tersebut Mengajak kepada seluruh elemen Mahasiswa UIN Palopo, untuk bijak dan tidak terprovokasi, aksi tersebut kita akan serahkan kepada penegak hukum untuk di usut tuntas demi terwujud masyarakat adil makmur.

Narasi ‘menghalalkan darah’ suatu kelompok adalah bentuk intimidasi ekstrem, premanisme kampus, dan memenuhi unsur delik penghasutan di muka umum. Ini melanggar hukum positif dan menodai marwah UIN Palopo sebagai institusi pendidikan Islam yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,disamping dari pada itu kami mengajak untuk seluruh elemen mahasiswa untuk tidak terprovokasi “ tutup Nabilah Ananta Kader Pasangan Calon Fahmi Ilyasir Zam di depan awak media Kutipnusantara.com.

(Fdl/Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.