PT Vale Gelar Simulasi Bencana di Wasuponda, Wujudkan Masyarakat Tangguh dan Siaga

oleh -90 Dilihat

Luwu Timur, KUTIPNUSANTARA.COM — PT Vale Indonesia Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ketangguhan masyarakat melalui pelatihan adaptasi dan simulasi bencana yang digelar di Bukit Tabor, Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur. Jumat, 20 Juni 2025

Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata PT Vale dalam menjaga keselamatan masyarakat, khususnya di wilayah pemberdayaan perusahaan. Simulasi diikuti antusias oleh perwakilan dari empat desa, yakni Tabarano, Ledu-Ledu, Balambano, dan Wasuponda.

“Melalui simulasi ini, kita berupaya mengidentifikasi potensi risiko, menguji prosedur evakuasi, dan memperkuat koordinasi antar stakeholder dalam menghadapi situasi darurat,” ujar Abd. Rauf Dewang, perwakilan PT Vale dalam sambutannya.

Pelatihan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Muspika Kecamatan Wasuponda, BPBD Luwu Timur, Dinas Pemadam Kebakaran, Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), PMI Luwu Timur, serta para fasilitator yang telah mempersiapkan kegiatan secara komprehensif.

Dalam kegiatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pembekalan praktik langsung.

Hari pertama difokuskan pada pemahaman potensi risiko bencana yang mengancam wilayah Luwu Timur, kecuali bencana vulkanik.

Peserta diperkenalkan pada peta rawan bencana serta strategi mitigasi dan pengurangan risiko.

Salah satu narasumber utama, Madras Ambasong (Opu Madras) dari PMI Luwu Timur menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan karena wilayah Luwu Timur memiliki potensi bencana yang cukup beragam. Terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia, mereka perlu dibekali informasi jelas tentang apa yang harus dilakukan, baik saat di sekolah maupun di rumah,” jelasnya.

Hari kedua pelatihan dilanjutkan dengan simulasi nyata. Peserta mempraktikkan tahap-tahap penanganan darurat, mulai dari evakuasi mandiri, pertolongan pertama, penilaian cepat (assessment), pelaporan, hingga manajemen logistik bantuan.

Hal ini menjadi bekal penting agar masyarakat dapat merespons situasi darurat dengan cepat, tepat, dan terorganisir.

Tak hanya soal teknik penyelamatan, pelatihan ini juga menanamkan nilai solidaritas, gotong royong, serta semangat kemanusiaan sebagai fondasi membangun desa yang siaga dan tangguh bencana.

“Simulasi ini adalah momentum penting untuk mempererat kebersamaan dan membangun kesiapsiagaan bersama. Harapannya, pelatihan ini memberi manfaat nyata dan mampu menciptakan sinergi lintas sektor dalam menghadapi bencana,” tutup panitia kegiatan.

Dengan digelarnya simulasi bencana ini, PT Vale menunjukkan bahwa keselamatan dan pemberdayaan masyarakat bukan hanya bagian dari program sosial, tetapi investasi jangka panjang untuk membangun komunitas yang lebih kuat dan siap menghadapi tantangan alam di masa depan. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.