Sawah di Luwu Timur Terancam Kekeringan, Fraksi NasDem Dorong Pemanfaatan Dam Parit dan Bantuan Sarana Air

oleh -55 Dilihat

KutipNusantara.com – Mengatasi dampak kekeringan parah yang mulai mengancam produktivitas areal persawahan di Desa Kalpataru dan Rantai Mario, Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Luwu Timur mendesak adanya langkah penanganan cepat dan darurat, Rabu (12/08/2026).

Anggota DPRD Luwu Timur dari Fraksi NasDem, Dwi Heryanto, turun langsung meninjau kondisi lahan pertanian warga bersama Dinas Pertanian. Peninjauan tersebut dilakukan untuk merespons cepat aspirasi dan jeritan para petani yang kian kesulitan mendapatkan pasokan air.

Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), pengurus kelompok tani, kepala dusun, hingga para petani setempat.

Dalam dialog di lapangan, warga menyuarakan kebutuhan mendesak akan bantuan pipa, selang, serta mesin pompa air (alkon) guna menyedot air dari Sungai Tomoni menuju areal persawahan, khususnya pada lahan tadah hujan yang belum memiliki saluran pengairan permanen.

Dwi Heryanto menyampaikan bahwa selama ini penggunaan alkon memang menjadi tumpuan utama petani. Namun, dengan kondisi kekeringan yang semakin meluas dan parah, dibutuhkan skema penanganan darurat tambahan.

Sebagai solusi jangka pendek, Dwi mendorong optimalisasi pemanfaatan dam parit (dampar) guna menahan serta mengatur debit aliran air agar dapat didistribusikan ke lahan pertanian warga.

“Untuk sementara kita bisa melakukan upaya dengan dampar sebagai penanganan awal, sehingga air yang ada dapat ditampung dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan persawahan,” tegas Dwi Heryanto.

Ia menambahkan, kunci penanganan kekeringan ini ada pada kolaborasi sinergis antara Pemerintah Daerah, Dinas Pertanian, penyuluh, kelompok tani, dan masyarakat setempat. Pemenuhan sarana fisik seperti pipa, selang, dan alkon pun harus segera direalisasikan demi menyelamatkan musim tanam.

“Yang paling penting saat ini bagaimana air bisa tersedia untuk petani. Dampar ini menjadi salah satu upaya sementara sambil mencari solusi pengairan yang lebih berkelanjutan,” pungkasnya.

Hasil peninjauan lapangan ini diharapkan segera ditindaklanjuti menjadi dasar kebijakan cepat pemda dalam memitigasi dampak kekeringan sekaligus menjaga keberlangsungan sektor pertanian di Luwu Timur. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.