, ,

Syahbandar dan Diskan Lutim Jemput Bola ke TPI Wotu: Pas Kecil Tuntas, Nelayan Tak Lagi Memburu BBM Subsidi dengan Resah

oleh -38 Dilihat

KutipNusantara.com – Keluhan yang mengendap di kanal aspirasi Lapor Pak Bupati akhirnya memicu gerakan cepat di lapangan, Jumat (07/08/2026).

‎Memotong rantai birokrasi yang melelahkan, Dinas Perikanan Kabupaten Luwu Timur bersama pihak Syahbandar turun langsung ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wotu, Desa Bawalipu.

‎Aksi “jemput bola” ini dilakukan untuk mempercepat penerbitan pas kecil—dokumen krusial yang selama ini menjadi syarat mutlak perpanjangan rekomendasi pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bagi para nelayan setempat.

‎Di lokasi, tim gabungan menyisir area TPI untuk mendata sekaligus mengukur fisik kapal nelayan secara mendadak namun terukur.

‎Langkah taktis ini diambil guna menyelesaikan polemik administratif yang sempat menghambat aktivitas melaut para nelayan di Kecamatan Wotu.

Tertib Administrasi, Tepat Sasaran, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Luwu Timur, Padli, menegaskan bahwa kehadiran mereka di Wotu adalah bentuk komitmen untuk merespons beban nelayan di tingkat tapak.

“Jadi kami turun ke lapangan bersama Syahbandar, jemput bola ke lapangan,” tegas Padli di sela-sela peninjauan.

‎Ia menjelaskan, kewajiban kepemilikan pas kecil bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penertiban administrasi armada tangkap.

‎Lebih dari itu, validasi dokumen ini krusial untuk menjamin alokasi BBM bersubsidi benar-benar jatuh ke tangan yang berhak.

Selama ini, kerumitan prosedur dan durasi pengurusan pas kecil menjadi tembok tebal bagi nelayan. Tanpa pas kecil, rekomendasi BBM subsidi tertahan, dan dampaknya melumpuhkan mata pencaharian mereka.

Angin Segar di Pesisir Bawalipu, atas Kehadiran petugas yang mengukur kapal langsung di dermaga disambut hangat oleh komunitas nelayan Wotu.

‎Jarak tempuh menuju kantor dinas yang jauh kini bukan lagi penghalang. Enal, salah seorang perwakilan nelayan, tak sanggup menyembunyikan rasa leganya.

‎Bagi masyarakat pesisir seperti dirinya, efisiensi waktu adalah segalanya.

“Kami merasa terbantukan dengan kegiatan ini, karena jarak yang jauh. Selain itu, pengurusan yang biasanya lama jadi singkat,” tutur Enal.

‎Apresiasi serupa mengalir dari nelayan lain yang memadati TPI Wotu. “Bagus sekali ini kegiatan,” celetuk seorang nelayan singkat sembari menyaksikan kapalnya diukur oleh petugas.

‎Dengan skema pendataan dan pengukuran kapal di tempat (on-site), nelayan tak perlu lagi menghabiskan hari untuk mengurus berkas secara mandiri ke kota.

‎Langkah sinergis Dinas Perikanan dan Syahbandar ini diharapkan memangkas waktu penerbitan pas kecil secara signifikan, sehingga pasokan solar subsidi tetap terjaga dan nelayan Wotu bisa melaut tanpa beban. (RT-Diskan/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.