Tabligh Akbar HUT ke-23 Luwu Timur: Hujan dan Pantun ‘Pawang’, Kehadiran Ustadz Das’ad Jadi Jawaban Segala Keraguan

oleh -43 Dilihat

KutipNusantara.com – Suasana meriah dan penuh harapan menyelimuti Jumat malam, saat ribuan jamaah memadati lapangan Pendidikan Puncak Indah tempat digelarnya Tabligh Akbar dalam rangkaian peringatan HUT ke-23 Kabupaten Luwu Timur, Jumat malam (22/05/2026).

‎Jamaah telah duduk tertata rapi, penuh kesiapan dan antusiasme menanti kehadiran penceramah Kondang andalan masyarakat, Ustadz Das’ad, yang kehadirannya selalu dinanti dan ditunggu-tunggu kebermanfaatannya oleh warga dari berbagai penjuru wilayah.

‎Namun, tepat sebelum acara dimulai, langit tiba-tiba berubah kelam dan rintik hujan pun turun membasahi keramaian, perlahan kian deras hingga membuat sebagian jamaah terpaksa mencari tempat berteduh, sementara barisan duduk yang sudah tertata rapi pun sedikit terurai.

‎Di tengah guyuran air yang sempat membuat suasana sedikit riuh, terdengar celoteh dan bisik-bisik khas warga yang masih membawa sisa kebiasaan lama.

“Wah, Bosi, mana pawangnya? Mana yang atur cuacanya le?!,” ujar seorang warga setengah baya sambil tertawa kecil, seolah mengingat masa lalu di mana kerap ada pihak yang disewakan jasa dan dianggap mampu mengendalikan cuaca demi kelancaran acara.

‎Namun, di sela percakapan itu, terdengar suara santai dari Obhy, salah satu warga Desa Manurung yang hadir, yang langsung menimpali,

“Ah, janganmi pakai pawang-pawang segala. Kita di sini kan ada Ustadz Das’ad. Bukankah doa dan keberkahan ilmu agama jauh lebih kuat? Kalau pun hujan turun, itu rahmat Tuhan, dan kehadiran beliau sudah cukup jadi penyejuk hati,” ucapnya disambut tawa dengan jempol setuju warga sekitar.

‎Ajaib dan tak disangka, seketika itu juga hujan pun reda seolah menjawab keyakinan tersebut, mengubah pandangan bahwa air yang turun bukan penghalang, melainkan berkah yang menyertai syiar.

‎Tak lama kemudian, Ustadz Das’ad tampak melangkah ke tengah Panggung dengan genggaman payung di tangan kiri dan mikrofon di tangan kanannya.

‎Melihat sosok itu, ribuan jamaah kembali berkumpul berdiri rapat, seketika melupakan genangan air di bawah kaki, dan menyaksikan tagligh Akbar serta menikmati ceramah dengan ciri khasnya dengan hikmat penuh kekhusyukan.

‎Kisah malam ini pun tercatat sebagai pelajaran berharga bagi seluruh warga Luwu Timur: di era ini, syiar agama, ilmu pengetahuan, dan keyakinan kepada Tuhanlah yang menjadi kekuatan nyata, menggantikan segala kepercayaan masa lalu yang tak berdasar. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.