Turun ke Semak dan Asap: AKBP Ario Putranto Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Malili

oleh -19 Dilihat

KutipNusantara.com — Kobaran api membumbung di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Kamis malam (27/8/2026).

‎Angin malam dan vegetasi kering membuat api dengan cepat merambat, mengancam kawasan hutan yang lokasinya berdekatan langsung dengan pusat aktivitas warga.

‎Merespons situasi darurat tersebut, aksi tanggap di lapangan tak sekadar bergantung pada instruksi di balik meja. Kapolres Luwu Timur, AKBP Ario Putranto TM., S.I.K., M.H., turun langsung menembus pekatnya asap.

‎Mengenakan pakaian lapangan, ia bersama tim gabungan memegang selang dan mengarahkan pancaran air ke titik-titik api utama untuk menahan laju kebakaran.

‎Bukan hanya jajaran kepolisian dan petugas pemadam kebakaran, aksi sigap ini juga melibatkan pimpinan daerah. Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, Wakil Bupati Puspawati Husler, serta Anggota DPRD Luwu Timur, Bangkit, turut berada di garis depan membantu proses pemadaman.

‎Kolaborasi Lintas unsur ini menegaskan bahwa ancaman karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan respons cepat dan tindakan nyata.

‎Hingga larut malam, tim terpadu terus menyisir area terdampak untuk melakukan pendinginan (cooling down). Langkah ini krusial guna memastikan tidak ada sisa bara api di balik serasah kering yang berpotensi memicu timbulnya titik api baru.

‎Meski situasi berhasil dikendalikan dan api tidak merembet ke permukiman warga, peristiwa ini meninggalkan pekerjaan rumah yang penting.

‎Penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada upaya pemadaman semata.

‎– Penyelidikan Penyebab: Pihak berwenang perlu mengusut tuntas pemicu utama timbulnya api di kawasan Desa Puncak Indah tersebut.

‎– Edukasi dan Pengawasan: Mengingat lokasinya yang dekat dengan pemukiman, kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan harus terus ditingkatkan.

‎– Ekosistem Pencegahan: Penguatan sistem deteksi dini dan kesiapsiagaan armada di titik rawan menjadi kunci agar ancaman serupa tidak berulang di masa mendatang. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.