Viral: Kaki di Atas Meja Tak Pantas Anggota Aliansi Kuasai Kursi Pimpinan DPRD Luwu Timur

oleh -26 Dilihat

KutipNusantara.com — Jagat media sosial di Kabupaten Luwu Timur mendadak geger setelah beredarnya sebuah foto yang menampilkan aksi tak terpuji di dalam Ruang Aspirasi Kantor DPRD Kabupaten Luwu Timur.

Foto yang diunggah oleh akun Facebook Iskhar Li pada Selasa (08/09/2026) tersebut memperlihatkan seorang pria yang diduga merupakan anggota salah satu aliansi masyarakat duduk bersandar santai di kursi utama pimpinan sidang sembari mengangkat dan meluruskan kedua kakinya tepat di atas meja pimpinan.

Pemandangan tak lazim tersebut langsung menyita perhatian publik. Pasalnya, meja dan kursi pimpinan sidang di Ruang Aspirasi merupakan simbol kelembagaan yang terhormat.

Tempat tersebut biasanya ditempati oleh jajaran Pimpinan Dewan saat memimpin jalannya dengar pendapat, menyusun regulasi, serta menerima aspirasi masyarakat dengan suasana yang tertib, khidmat, dan beretika.

Dalam foto tersebut, mikrofon pimpinan yang biasanya tersusun rapi di meja utama tampak dikesampingkan.

Kedua kaki pemuda berkaus hitam dan bercelana jeans tersebut terbentang santai di atas meja persis di belakang papan nama bertuliskan “PIMPINAN”.

Bahkan, posisinya seolah-olah menjadikan meja tempat wakil rakyat bersidang bagaikan meja santai tempat menyajikan makanan ringan dan minuman.

Gelombang Kritik Netizen, Martabat Dewan Dinilai Meluncur Deras Sontak saja, unggahan foto ini memicu reaksi keras dan tajam dari warganet.

Berbagai komentar kecaman membanjiri jagat maya. Pemandangan ini dianggap sangat langka, aneh, dan baru pertama kali terjadi di lingkungan DPRD Luwu Timur.

Netizen menilai bahwa tindakan oknum tersebut sudah berada di luar batas kesopanan dan tidak menghargai institusi negara.

Banyak warga dan pengguna media sosial meluapkan keprihatinannya. Mereka menilai bahwa peristiwa ini mencerminkan betapa merosotnya wibawa dan harkat martabat DPRD Luwu Timur di mata publik.

Institusi yang seharusnya menjadi tempat terhormat penyambung lidah rakyat seolah tak ada lagi harganya ketika fasilitas kelembagaan diperlakukan tanpa rasa hormat oleh pihak luar.

“DPRD Luwu Timur seperti tak ada lagi apa-apanya. Hilang harkat dan martabatnya sebagai lembaga perwakilan rakyat penyambung aspirasi di pemerintahan jika ruangan sakral dan tempat pimpinan sidang diperlakukan sewenang-wenang seperti itu,” jawabnya warga.

Menanggapi kehebohan yang terjadi di tengah masyarakat, Anggota DPRD Luwu Timur, Rusdi Layong, memberikan keterangannya saat dikonfirmasi media pada Selasa (8/9/2026).

Rusdi menyesalkan insiden tersebut dan menilai tindakan yang diperlihatkan dalam foto tersebut sangat tidak tepat jika ditinjau dari sudut pandang etika dan sopan santun kelembagaan.

Secara etika tidak baik. Mungkin terbawa arus kasus Pati. Saya rasa beliau hanya khilaf sesaat,” ujar Rusdi.

Lebih lanjut, Rusdi mengingatkan bahwa masyarakat Luwu Timur menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, adab, dan kearifan lokal. Nilai-nilai luhur tersebut semestinya tetap dijaga dan dijunjung tinggi oleh siapa pun, terlebih saat berada di dalam ruang publik maupun lingkungan institusi kelembagaan negara.

Peristiwa ini menjadi catatan kelam sekaligus evaluasi besar bagi sekretariat dan pengamanan di DPRD Luwu Timur agar lebih ketat dalam menjaga tata tertib, etika, serta marwah gedung wakil rakyat agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.