Bahas Masa Depan Hilirisasi Nikel dan Kawasan Industri, Baperida Luwu Timur Gandeng Bappenas

oleh -133 Dilihat

KutipNusantara.com — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) menggelar rapat bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) serta sejumlah pemangku kepentingan terkait pengendalian terpadu pengembangan hilirisasi nikel dan kawasan industri di Kabupaten Luwu Timur, Rabu (22/7/2026).

Rapat yang berlangsung di Aula Baperida Luwu Timur, dipimpin oleh Kepala Baperida Luwu Timur, Kamal Rasyid, sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan program prioritas pemerintah berjalan selaras antara kebijakan pusat, perencanaan daerah, dan implementasi di lapangan.

Dalam forum tersebut, pembahasan difokuskan pada pemaparan perkembangan pengembangan hilirisasi nikel dan kawasan industri di Luwu Timur, termasuk capaian target program serta kesiapan berbagai sektor pendukung.

Kamal Rasyid menekankan pentingnya sinergi lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan agar pengembangan hilirisasi nikel tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan investasi dan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan serta dampaknya terhadap masyarakat.

Sejumlah perangkat daerah yang terlibat dalam pembahasan antara lain Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker), Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Disdagkop-UKMP), serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP).

Keterlibatan lintas sektor tersebut menjadi penting mengingat pengembangan hilirisasi dan kawasan industri memiliki keterkaitan langsung dengan berbagai aspek pembangunan daerah, mulai dari infrastruktur, investasi, tenaga kerja, perdagangan dan UMKM, hingga pengelolaan lingkungan serta penataan kawasan.

Melalui rapat ini, pemerintah daerah bersama Bappenas dan para pemangku kepentingan terkait berupaya mengendalikan pelaksanaan program secara terpadu dengan memastikan kesesuaian antara target yang telah ditetapkan dan kondisi pelaksanaan di lapangan.

Selain mengevaluasi progres pengembangan hilirisasi nikel dan kawasan industri, forum tersebut juga menjadi ruang untuk menelaah berbagai dampak lingkungan yang muncul sebagai konsekuensi dari perkembangan aktivitas industri di Kabupaten Luwu Timur.

Kamal Rasyid sebelumnya juga menegaskan pentingnya perencanaan pembangunan yang mampu mengantisipasi perkembangan investasi dan industri di Luwu Timur. Menurutnya, pertumbuhan kawasan industri harus diikuti dengan perencanaan yang matang agar pembangunan tetap berjalan seimbang, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan pengendalian yang dilakukan secara terpadu dan melibatkan berbagai pihak, pengembangan hilirisasi nikel diharapkan dapat berjalan sesuai arah kebijakan pemerintah, sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan dan kepentingan masyarakat Luwu Timur. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.