Malili, Kutipnusantara.com – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, dr. Ani Nurbani, M.Kes. (MARS)melaksanakan reses perorangan di Desa Manurung, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, pada Selasa sore 4 maret 2025.
Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WITA ini dihadiri ratusan warga desa, kepala desa setempat, Camat Malili, serta tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan ini, dr. Ani Nurbani menyerap berbagai aspirasi masyarakat, di antaranya terkait dengan pengelolaan sampah dan kondisi Puskesmas Pembantu (Pustu) Manurung yang memprihatinkan.
Salah satu usulan penting datang dari Widia Astuti Arief, seorang bidan desa, yang mengungkapkan perlunya pengadaan mobil sampah.
Ia mengutarakan bahwa keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah menyebabkan banyak warga membuang sampah ke sungai, yang dapat berdampak buruk bagi lingkungan.
Selain itu, Widia juga menyoroti kondisi Pustu Manurung yang dinilai tidak layak, dengan pintu dan kusen yang sudah rusak.
Ia menyebutkan bahwa Kepala Dinas Kesehatan Luwu Timur, dr. Adnan, pernah menjanjikan perbaikan fasilitas tersebut, namun hingga saat ini belum ada realisasi.
Tak hanya masalah kesehatan dan lingkungan, warga Desa Manurung juga menyampaikan permohonan agar tanah adat yang masuk dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT PUL segera dikeluarkan.
Warga berharap tanah adat Cerekang dapat terbebas dari pemetaan IUP perusahaan.
Sebagai anggota DPRD yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) 11 Luwu Raya, dr. Ani Nurbani menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan setiap aspirasi warga.
“Ini adalah kewajiban saya sebagai anggota DPRD untuk langsung menemui masyarakat dan mendengarkan keluhan serta usulan mereka,” ujar dr. Ani.
Ia juga menyampaikan bahwa usulan terkait kesehatan, pendidikan, tenaga kerja, dan perlindungan perempuan akan langsung dibahas dengan dinas terkait.
Sedangkan aspirasi di luar kewenangan daerah, seperti masalah tanah adat yang masuk dalam IUP, akan diperjuangkan di tingkat pusat.
Kegiatan reses ini menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk menyampaikan permasalahan mereka secara langsung kepada wakil rakyat.
“Terima kasih kepada warga Desa Manurung atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan, Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar setiap aspirasi dapat ditindaklanjuti,” tambah dr. Ani.
Muhammad Ayyub, yang bertindak sebagai moderator dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa reses ini bertujuan memperkuat komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.
“Jika ada usulan yang berhubungan dengan perempuan dan anak, bisa langsung disampaikan ke ibu dr. Ani, agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Ayyub.
Reses ini diharapkan dapat menjadi langkah awal penyelesaian berbagai masalah yang dihadapi masyarakat Desa Manurung.
Dengan keterlibatan aktif perwakilan rakyat, perubahan dan perbaikan di berbagai sektor, terutama kesehatan dan lingkungan, diharapkan bisa segera terwujud.
Kegiatan reses seperti ini merupakan momen penting bagi warga untuk menyuarakan harapan dan kebutuhan mereka, dan bagi dr. Ani, ini adalah bagian dari tanggung jawab untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
( Red )







