Harmoni Toleransi dari Lutim untuk Indonesia, Pesparawi Jadi Panggung Persatuan

oleh -137 Dilihat

KutibNusantara.com Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung keberangkatan kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat nasional yang akan digelar di Monokwari, Papua Barat, Juni mendatang, Senin 27 April 2026.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, saat menerima audiensi pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) hari sabtu lalu di ruang kerjanya.

Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Senfry Oktavianus, serta jajaran panitia LPPD yang bertanggung jawab atas seluruh persiapan kontingen, mulai dari seleksi hingga pembinaan teknis.

Dalam kesempatan itu, Bupati Irwan menegaskan bahwa Pesparawi bukan sekadar ajang perlombaan seni paduan suara gerejawi, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi antarumat beragama.

“Keikutsertaan Luwu Timur di Pesparawi adalah bagian dari wajah daerah kita yang menjunjung tinggi harmoni dan persatuan. Ini bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang bagaimana kita menunjukkan semangat toleransi kepada bangsa,” ujar Irwan Melalui sumber Kasi Bimas Kristen Kemenag Lutim RITHA IRAWATI MANDA, S. Kom.

Kontingen Luwu Timur sendiri akan berlaga pada kategori Paduan Suara Pria (PSP). Bupati berharap seluruh peserta dapat mempersiapkan diri secara maksimal agar mampu tampil optimal dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

Sejalan dengan itu, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Kristen Kemenag Luwu Timur, RITHA IRAWATI MANDA, S. Kom, menilai bahwa Pesparawi memiliki peran penting dalam memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.

“Pesparawi bukan hanya kegiatan keagamaan internal, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan lintas iman. Dukungan dari pemerintah daerah menunjukkan bahwa toleransi di Luwu Timur terjaga dan dirawat bersama,” ungkapnya yang biasa disapa Rita.

Sementara itu, Ketua LPPD Luwu Timur, dr. Anna Toding, menyampaikan bahwa pihaknya terus memaksimalkan proses latihan dan pembinaan bagi peserta. Bahkan, dalam waktu dekat akan digelar konser persiapan pada awal Juni di Sorowako sebagai bagian dari pematangan performa kontingen.

“Pembinaan terus kami intensifkan agar peserta benar-benar siap, baik dari segi teknik vokal maupun kekompakan tim,” jelasnya dr. Anna.

Dari sudut pandang pemerintahan, langkah ini menunjukkan bahwa Pemkab Luwu Timur tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga aktif membina nilai-nilai sosial, budaya, dan spiritual masyarakat.

Dukungan terhadap Pesparawi menjadi cerminan bahwa pemerintah hadir dalam setiap ruang kehidupan warga, termasuk dalam memperkuat toleransi dan kerukunan.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, panitia, dan masyarakat, keikutsertaan kontingen Luwu Timur di Pesparawi nasional diharapkan tidak hanya berbuah prestasi, tetapi juga membawa pesan kuat tentang harmoni, keberagaman, dan persatuan dari Bumi Batara Guru untuk Indonesia. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.