Luwu Timur Raih WTP ke-14, Bupati Paparkan Realisasi APBD 2025 dan Arah Kebijakan 2027

oleh -138 Dilihat

KutipNusantara.com – Sinergi solid antara Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan DPRD kembali membuahkan prestasi membanggakan dengan keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk yang ke-14 kalinya.

‎Pencapaian luar biasa atas pengelolaan keuangan tahun anggaran 2025 ini disampaikan langsung oleh Bupati Luwu Timur dalam sidang paripurna beberapa waktu lalu.

‎Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran legislatif dan perangkat daerah atas kerja keras serta tanggung jawab bersama yang menjadi kunci utama dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas tata kelola keuangan daerah.

‎Terkait struktur pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2025, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mencatatkan kinerja fiskal yang cukup sehat dan stabil.

‎Realisasi pendapatan daerah berhasil menyentuh angka Rp1,940 triliun atau sebesar 91,39% dari target yang ditetapkan sebesar Rp2,123 triliun.

‎Sementara itu, dari sektor belanja dan transfer, realisasi serapan anggaran mencapai Rp1,939 triliun atau 90,37% dari pagu Rp2,106 triliun.

‎Adapun dari pos pembiayaan, penerimaan terealisasi sebesar Rp20,959 miliar (99,99%) dan pengeluaran pembiayaan rampung sebesar Rp35,774 miliar (95,59%), sehingga menghasilkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tahun 2025 sebesar Rp21,641 miliar yang selanjutnya akan dievaluasi oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebelum disahkan menjadi Peraturan Daerah.

‎Menatap masa depan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur juga resmi menyerahkan rancangan KUA dan PPAS sebagai langkah awal penyusunan RKPD tahun anggaran 2027 dengan mengusung tema besar “Akselerasi Pembangunan Ekonomi dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat”.

‎Selaras dengan RPJMD 2025-2029, kebijakan anggaran tahun 2027 akan difokuskan pada enam pilar strategis, mulai dari peningkatan layanan dasar inklusif, optimalisasi kebudayaan, hingga percepatan transformasi ekonomi berbasis digital pada sektor pertanian, perikanan, dan UMKM.

‎Melalui pemerataan infrastruktur, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, serta penguatan tata kelola birokrasi yang akuntabel, Luwu Timur optimistis dapat memperkuat pondasi pembangunan demi kesejahteraan masyarakat yang lebih luas. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.