Turun Tangan Langsung, Orang No. 1 Pastikan RSUD I Lagaligo Jadi Wajah Baru Layanan Kesehatan Lutim JUARA!

oleh -51 Dilihat

KutipNusantara.com. —  Langkah Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, yang turun langsung melakukan inspeksi ke RSUD I Lagaligo bukan sekadar agenda seremonial, Senin, 27 April 2026.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, tindakan ini menjadi sinyal kuat bahwa pengawasan langsung dari Orang No. 1 diLutim yang biasa disapa IBAS ini masih menjadi kunci dalam memastikan kualitas pelayanan publik benar-benar dirasakan masyarakat.

Dalam Slogan “Lutim JUARA”, yang digaungkan sebagai semangat pembangunan daerah, kehadiran IBAS di lapangan mencerminkan satu hal penting, komitmen tidak cukup hanya dituangkan dalam program dan anggaran, tetapi harus diwujudkan melalui kontrol nyata terhadap implementasi.

Pembangunan Rehap fasilitas kesehatan seperti RSUD I Lagaligo bukan proyek biasa. Ini adalah infrastruktur vital yang menyangkut keselamatan dan kualitas hidup masyarakat.

Ketika IBAS meninjau ruang IGD baru, Catheterization Laboratory (Catlab), hingga ruang hemodialisis dan sitotoksik, yang menjadi sorotan bukan hanya progres fisik, tetapi bagaimana standar pelayanan ke depan akan ditentukan oleh kualitas pengerjaan hari ini.

Pesan sederhana yang disampaikan “anggap seperti mempercantik rumah sendiri” sejatinya mengandung filosofi tata kelola yang dalam.

Bahwa setiap proyek pemerintah harus dikerjakan dengan rasa memiliki, bukan sekadar menggugurkan kewajiban administratif. Di sinilah seringkali letak persoalan pembangunan: proyek selesai secara teknis, tetapi gagal menghadirkan kenyamanan dan kualitas layanan.

Pengawasan DItahap finishing ini, yang ditekankan IBAS juga bukan tanpa alasan. Banyak proyek pemerintah yang secara kasat mata rampung, namun menyisakan persoalan pada detail akhir contohnya kebersihan, kerapian, hingga fungsi ruang yang tidak maksimal. Padahal, justru pada tahap inilah kualitas sesungguhnya diuji.

Lebih jauh, inspeksi ini juga menjadi pengingat bagi seluruh jajaran birokrasi dan pelaksana proyek bahwa akuntabilitas publik tidak berhenti pada laporan progres.

Masyarakat bisa menilai mulai dari hasil akhir yang mereka gunakan setiap hari. Rumah sakit yang bersih, tertata, dan berfungsi optimal itulah bentuk nyata keberhasilan pemerintah daerah.

Namun demikian, pengawasan langsung kepala daerah tidak boleh menjadi satu-satunya mekanisme kontrol.

Semangat “Lutim JUARA” harus ditopang oleh sistem pengawasan yang kuat, transparan, dan berkelanjutan, baik internal pemerintah maupun lembaga pengawas eksternal.

Tanpa itu, kualitas pembangunan akan sangat bergantung pada momentum, bukan sistem.

Inspeksi ini patut diapresiasi sebagai langkah konkret. Tetapi tantangan ke depan jauh lebih besar. memastikan bahwa standar tinggi yang diharapkan benar-benar menjadi budaya kerja, bukan hanya terjadi saat inspeksi berlangsung.

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan RSUD I Lagaligo bukan hanya tentang selesainya bangunan, tetapi tentang hadirnya layanan kesehatan yang layak, manusiawi, dan bermartabat bagi masyarakat Luwu Timur. Jika itu terwujud, maka “Lutim JUARA” bukan lagi sekadar slogan, melainkan realitas yang dirasakan langsung oleh rakyat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.